Rabu, 30 Januari 2019

Manajemen Ekspedisi Susur Gua

Dok: Pendidikan spesialisasi anggota muda divisi caving

Sebagai organisasi pecinta alam tentunya memiliki potensi besar untuk melakukan ekspedisi yang nantinya dapat kita tuangkan dalam bentuk laporan yang mungkin dapat berguna bagi pengembangan suatu ilmu pengetahuan.

Sebelum mengenal bagaimana managemen ekspedisi susur gua, mari kenal dua istilah dari kata managemen dan juga ekspedisi.
Manajemen adalah suatu proses yang sistematis melalui POAC (planning organizing, actuating, controlling) untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan ekspedisi sendiri memiliki arti suatu perjalanan jauh dan panjang dengan maksud dan tujuan tertentu.

Dari pengertian dari dua kata tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa Manajemen Ekspedisi adalah suatu perjalanan yang dilakukan seorang atau sekelompok orang yang pengelolaannya secara sistematis untuk tujuan tertentu.

Dalam sebuah manajemen ekspedisi, tidak dapat dipungkiri bahwa suatu kegiatan susur gua, merupakan sebuah kegiatan petualangan yang menantang dan penuh resiko, apalagi susur gua karena tak ada yang tau keadaan gua kecuali orang yang berada didalam gua itu sendiri. Maka dari itu dalam materi ekspedisi ini memberikan gambaran untuk menunjang persiapan yang matang sebelum melakukan ekspedisi.
Macam-macam ekspedisi:
·         ekspedisi yang bersifat ilmiah
·         ekspedisi yang bersifat semi ilmiah
·         ekspedisi yang bersifat petualangan

Untuk kalangan mahasiswa pecinta alam, biasanya yang dilakukan adalah perjalanan yang bersifat semi ilmiah karena disini menggabungkan jiwa-jiwa petualangan dan predikat manusia sebagai masyarakat ilmiah. Suatu ekspedisi yang baik haruslah direncanakan dan dipersiapkan dengan matang.
Dalam manajemen ada 3 fase yaitu :
1.      PRA KEGIATAN
·         Menentukan program dan tujuan ekspedisi untuk melakukan ekspedisi,
·         Pembentukan Tim
·         Pembentukan ketua tim,
·         Pembentukan kepanititiaan sesuai tugas masing-masing.
·         Mengurusi segala administrasi, seperti perizinan, rekomendasi, dll.
·         Pencarian dana
·         Menyiapkan operasionalnya, seperti latihan fisik, latihan beban, dan latihan lapangan.
·         Memahami materi caving secara mendalam
·         Menyiapkan materi penunjang, seperti P3K, PPGD,SURVIVAL,dll
·         Ceking akhir sebelum pemberangkatan.

 2. KEGIATAN
Melaksanakan apa-apa yang harus dicapai di dalam ekspedisi tersebut dan menjaga kekompakan tim. Diharapkan menyampaikan kegiatan pada instansi-instansi setempat yang berhubungan dengan kegiatan mulai dari bupati sampai – dusun dan upayakan agar komunikasi dengan kepolisian setempat tetap lancar.
3.      PASCA KEGIATAN

  • Pembuatan laporan hasil kegiatan
  • Evaluasi
  • Mengadakan seminar hasil ekspolarasi gua.
Itulah hal-hal penting mengenai manajemen sebuah ekspedisi.
Semoga bermanfaat
Salam Speleo...!

SUNARTI (PINUS)
NTA: AT.160794.XXIII.173.PA

TeknikPrusiking

ascending descending dengan prusiking 

Prusiking adalah kegiatan yang biasa dilakukan oleh penggiat alam seperti pramuka atau pencita alam. Prusiking menjadi salah satu materi dasar dalam ilmu caving karena kegiatan prusiking bisa membantu seseorang dalam menyusuri gua vertical. Selain menggunakan alat srt, perusiking sangatlah membantu seseorang bisa mencapai suatu ketinggian tebing ataupun selainnya yang tinggi. Perusiking tidak hanya berguna bagi seorang caver, tetapi juga digunakan dalam pendakian, cayooneering, dan selainnya.

Prusiking adalah kegiatan menaiki tali dari bawah keatas menggunakan dua buah tali kecil(prusik). mungkin beberapa dari kalian mengira prusik adalah nama dari sebuah alat yang disebut tali prusik dan ternyata bukan. Prusik merupakan nama sebuah simpul tali yang digunakan untuk menjerat tali karmantel ketika dibebani tanpa merusak karmantel selain itu simpul prusik juga mudah untuk dilepas. sedang tali yang kita gunakan untuk simpul prusik adalah sling karmantel atau potongan karmantel.

prusiking digunakan ketika tebing yang kita panjat hampir tidak memiliki pijakan atau menaiki jembatan dengan tali.
Dalam meningkatkan keamanan dalam berkegiatan prusiking alat yang kita pergunakan tidaklah jauh berbeda dari repling, yaitu :
Dalam meningkatkan keamanan dalam berkegiatan prusiking alat yang kita pergunakan tidaklah jauh berbeda dari repling, yaitu :
-              tali karmantel,
-              webbing atau sit harness,
-              sarung tangan,
-              helm,
-              dan carabiner
-              sling karmantel (dengan simpul prusiknya).
Cara penggunaan alat
Sebelum kita menaiki dengan cara perusiking, kita terlebih dahulu memasang webing dengan cara :
1.  Ukur Panjang tali webing dengan sama Panjang, setelah sama ikat pada pinggang, dan selipkan kedua pangkal paha dari depan ke belakang.
2. Ketika webing sudah terpasang dengan benar, pasang tali perusik pada tali karmantel dengan menggunakan simpul jangkar.
3.  Setelah itu pasang karabiner skru pada webing dan tali perusik pada bagian atas.
4.  Pakai semua helm, dan sarung tangan supaya aman.
Demikian artikel perusiking, semoga bermanfaat bagi kita semua.



SUNARTI (PINUS)
NTA.AT.160794.XXII.173.PA

Mencari Hal Baru di Dunia Caving

Anggota Mitapasa akan memasuki gua

Penelusuran gua atau bisa disebut Caving merupakan olahraga atau kegiatan menjelajah gua, dari sini kita akan mengenal lebih jauh tentang gua.
Gua merupakan Lorong atau lubang yang terbentuk secara alami tanpa sentuhan manusia, gua juga ada 2 jenis yaitu vertical dan horizontal, contohnya di gua Kiskendo, tepatnya di desa Trayu, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. dengan tujuan latihan medan caving anggota muda mapala Mitapasa angkatan tahun 2017 di Kiskendo sudah bukan tempat asing lagi dikarenakan diwilayah tersebut sudah menjadi tempat latihan medan dan juga tempat wisata . disana kita bisa memasuki gua vertical dan horizontal. Di gua vertikalnya lumayan cukup dalam sekitar ±17 meter. Untuk memasuki gua tersebut kita harus mengetahui etika atau sopan santun dan  harus menggunakan alat-alat caving seperti descender grigi untuk turun kedalam gua dan dengan set lengkap yang sudah diuji SOP nya untuk memasuki gua karena alat tersebut juga nyawa dari sang pemakainya. Dari biota disekitar gua vertical jarang ditemukan tetapi untuk lingkungn sekitar masih asri ada juga akar hidup yang mungkin sudah berumur puluhan tahun, terdapat juga ornament gua yang kebanyakan sudah mati karena sentuhan pengunjung kiskendo.

Di Kiskendo sendiri juga terdapat Gua Horizontal ada sekitar 5 gua kecil-kecil di tempat wisata Gua Kiskendo, yaitu Gua Lawar, Gua Kempul, Gua Tulangan, Gua Kampret, dan Gua Pertapaan.  Jarak antara satu gua dengan gua lain tidak jauh. Namun untuk menuju ke masing-masing gua tersebut, jalannya menurun dan licin. Harus ekstra hati-hati. Dikarenakan cuaca saat kita menjelajah gua tersebut tidak mendukun ,Tidak semua gua kita masuki hanya gua lawar, gua kampret dan gua tulangan untuk biota gua horizontal masih sama yaitu kelelawar burung wallet mungkin tapi tidak banyak, serangga-serangga dalam gua, dan juga ada ular karena di gua horizontal tersebut ber tipe basah atau terdapat aliran sungai didalam gua, dengan suhu lembab didalam, dengan penerangan menggunakan headlamp kita bisa melihat dalam gua tersebut yang masih banyak ornament hidup didalam gua horizontal tersebut karena ada gua yang jarang dimasuki atau jarang dijamah seseorang ya mungkin dikarenakan jalur masuk gua tersebut adalah sungai. 



M.SIFA KURNIA (SEKOP)
NTA: AT.160794.XXIII.183.PA

Latihan Medan Caving Gua di Kiskendo

Dok: Latihan medan caving di Kiskendo

Salam Lestari…!!!
Assalamu’alaikum wr.wb

Diawal bergabung dengan Mitapasa, saya dan teman-teman Mapala MITAPASA melakukan kegiatan latihan medan di Gua Kiskendo yang berada di Semarang. Gua bisa diartikan sebagai lubang alami dibawah tanah yang dapat dimasuki oleh manusia. Gua adalah bentukan alam yang terbentuk sejak ribuan bahkan jutaan yang lalu. Menulusuri gua harus disertai kesadaran, bahwa kesanggupan dan keterampilan pribadi tidak untuk dipamerkan, begitupun sebaliknya ketidakmampuan tiidak perlu ditutup tutupi hannya karena malu. Lalu kegiatan penulusuran gua bisa dikatakan caving. Kemarin kita menelusuri gua kiskendo yaitu gua vertical, di bawah sini ada foto foto pas kegiatan saya dan teman teman ketika melakukan kegiatan latihan medan.

Abiotik dan biotik saya dapatkan di gua  kiskendo yaitu, pertama abiotik yang ada di gua kiskendo saya melihat ada air, tanah, batu, udara. Kemudian yang biotik saya melihat ada tumbuhan liar, serangga, kelelawar. Ornament yang saya tangkpa di gua kiskendo ada ornamaen gordeng, stalagmite, stalagtit, pilar, balkon. Pengalaman yang saya dapatkan setelah menulusuri gua kemarin saya dapat tambahan pengetahuan dan ilmu yang bermanfaat untuk kelak masa depan saya nanti, dan juga senang bisa langsung mengaplikasikan materi caving turun ke gua yang sebenarnya.

Kita harus menjaga kelestarian alam di bumi ini seperti kita menjaga rumah kita sendiri. Banyak ulah manusia yang tidak bertanggung jawab telah merusak alam dan kelestarian di sekitar kita. Seperti gua yang saya lihat kemarin di gua kiskendo, bayak yang sudah mati karena sentuhan tangan ataupun kaki manusia yang menyentuh ornamen ornamen gua dan ada coret coretan di dalam gua hingga ada sampah yang tertinggal di gua. Kita seharusnya bisa menjaganya agar tetap hidup, Karena pembentukan gua tersebut tidak sebentar, pembentukan gua tersebut sangat lama sekali hingga berjuta juta tahun ia bisa menjadi ornament yang sangat indah, oleh karena itu kita harus menghargai dari pembentukan alam itu sendiri.

Mungkin itu pengalaman saya ketika menyusuri gua di kiskendo, semoga bermanfaat bagi kalian yang melihat artikel saya  ini, bila ada salah pengetikkan atau kesalahan yang saya tidak disengaja maupun disengaja mohon dimaklumi.


Wassalamu’alaikum wr.wb

RIDHO ICHLASUL AMAL (OKUT)
NTA: AT.160794.XXIII.185.PA


Tips-tips Masuk Gua

Caver memasuki gua vertikal

Susur gua atau jelajah gua (Inggris caving) adalah olahraga rekreasi menjelajahi gua. Tantangan dari olahraga ini tergantung dari gua yang dikunjungi, tetapi seringkali termasuk negosiasi lubang, kelebaran, dan air. Pemanjatan atau perangkakan sering dilakukan dan tali juga diguanakan di banyak tempat.

Tidak semua orang dapat melakukan penelusuran goa. Caving tidak seperti mendaki gunung yang hampir setiap orang bisa melakukan. Tidak hanya dengan berbekal kekuatan fisik saja tetapi juga banyak perbekalan yang dibutuhkan seperti harus mengerti SOP masuk goa, sosiologi pedesaan dengan masyarakat disekitar goa dan masih banyak lagi.

Namun banyak para Cavers pemula yang baru mengetahui tentang cara-cara memasuki goa yang sesuai SOP, butuh kekuatan besar untuk mengalahkan ketakutan para Cavers pemula. Dan inilah beberapa tips memasuki goa. Yang pertama siapkan mental anda kuasai materi yang berhubungan dengan kegiatan. Kedua persiapkan hal-hal yang penting seperti helm,sepatu boots, coverall,headlamp dan alat-alat yang digunakan untuk penelusuran goa. Ketiga ormed tempat yang akan dijelajahi (untuk goa vertikal  membuat backup dan ancor terlebih dahulu, saat turun goa ormed pijakan yang tepat). Keempat masuk dan jelajahi goa dengan santai jangan panik tetap kuasai medan dan materi-materi, jika melihat ornamen yang masih hidup (masih terdapat kristal-kristal dan tetesan air) jangan disentuh karena dapat mengakibatkan ornamen tersebut mati, dan jika bertemu hewan buas atau yang belum pernah ditemui sebelumnya tetap tenang jangan tergesa-gesa karena dapat membahayakn diri sendiri. Dan yang paling penting adalah tetap penuhi SOP penelusuran goa.

Selamat melakukan penelusuran goa para Cavers. 
Beberapa tips diatas semoga bermanfaat. 
Terimakasih. Salam Speleo !!!


SITI IKA NURAINI (CANTING)
NTA: AT.160794.XXIII.184.PA

Single Rope Technique (SRT)

Praktek Ascending dengan SRT

Dalam susur gua (caving) ada dua jenis gua yaitu gua vertical dan horizontal. Perbedaan dari gua tersebut adalah lintasan medan. Yang mana pada gua horizontal lintasannya mendatar dan tidak perlu tali untuk menyusurinya sedangkan pada gua vertical menggunakan lintasan tali untuk dapat menyusuri gua tersebut. Dan tentunya agar bisa menyusuri gua vertical perlu menggunakan Teknik khusus untuk dapat memasuki dan keluar gua. Teknik untuk memasuki gua vertical disebut dengan istilah Single rope technique (SRT).

Bagi para caver mungkin sudah biasa mendengar kata single rope technique (SRT) tetapi orang awam mungkin belum mengenal apa itu SRT. Nah terutama bagi orang awam, mari kita belajar apa itu single rope technique (SRT).

Pengertian Single rope technique (SRT)
Single rope technique (SRT) secara Bahasa Indonesia adalah Teknik satu tali. Single rope technique (SRT) bisa di maknai keahlian bergerak di lintasan vertical menggunakan satu tali. SRT berbeda dengan Rock Climbing walaupun sama-sama menggunakan satu tali karena pada rock climbing itu dipadu dengan keahlian memanjat. Sedangkan Single rope technique (SRT) itu bergerak hanya menggunakan satu tali bagaimanapun sulit dan rumitnya sebuah medan. Jadi seorang penelusur gua ketika menyusuri gua vertical harus bisa menguasai Teknik SRT secara wajib.


Teknik-teknik yang digunakan dalam lintasan dalam SRT adalah ascending dan descending dengan penguasaan jenis-jenis variasi lintasan. Teknik ascending adalah meniti tali untuk naik ke atas dengan menggunakan alat. Sedangkan Teknik descending sendiri adalah Teknik menuruni tali dengan menggunakan peralatan descender. Dalam penguasaan Teknik ini terkadang juga dibutuhkan peralatan, keahlian dan Teknik khusus untuk mengakses area medan yang akan dilewati.

Jenis lintasan dan medan dalam SRT
Dalam melewati lintasan tali yang digunakan untuk SRT ada beberapa jenis lintasan dalam medan yaitu lintasan intermediate anchor, deviation anchor, sambungan tali, lintasan tyrolean, meniti tali dengan medan slope (miring).

Sistem dalam single rope technique
Dalam kegiatan menggunakan satu tali hampir semua masuk dalam kategori SRT. Karena kegiatan menggunakan satu tali itu menggunakan Teknik ascending dan descending. Bukan saja dalam proses memanjat, kegiatan seperti perusiking, rappelling, jumaring, ataupun flying fox masuk dalam kategori SRT. Single rope technique mempunyai beberapa macam system yaitu:
1. frog rig system,
2.Texas rig, 
3. Jumaring, 
4.  mitchele system,  
5. floating cam system 
6. Rope walker system.

Demikian artikel Single rope technique (SRT) untuk dapat dijadikan sebagai ilmu pengetahuan kita semua. Untuk selebihnya, dalam penguasaan Teknik SRT ini bisa berlatih dan belajar kepada orang yang menguasai Teknik SRT dan berpengalaman.

SUNARTI (PINUS) 
NTA : AT.160794.XXII.173.PA




Sabtu, 26 Januari 2019

Gunung Hutan

Sore Gunung Merbabu

Gunung Hutan merupakan suatu alam ciptaan Tuhan yang dimana isinya terdapat bebatuan, tumbuhan, air, tanah, dan hewan. Karena Gunung dan Hutan merupakan tempat yang alamiah dan menantang, maka sering kali berdatangan pengunjung mendaki gunung untuk mengisi hari liburannya dan juga mencari referensi dari gunung hutan. Mendaki gunung merupakan kegiatan berbahaya, penuh tantangan, dan daya juang yang tinggi. Pada hakekatnya bahaya dan tantangan tersebut adalah menguji kemampuan individunya untuk bersahabat dengan alam yang keras.

Ada beberapa alasan orang melakukan kegiatan mendaki gunung untuk mata pencaharian, ilmu pengetahuan, petualangan, olahraga, ataupun rekreasi. Gunung merupakan suatu puncak ketinggian dari atas permukaan laut dan dataran di sekelilingnya, berbeda dengan bukit, bukit merupakan gunuung yang ketinggiannya tidak lebih dari 600 mdpl. Jadi,   semisal kita mendaki gunung yang sudah memiliki ketinggian melebihi dari 600 mdpl, artinya kita sedang mendaki gunung bukan bukit.

Di setiap gunung pasti memiliki summit atau puncak tersendirinya, namun untuk mencapai puncak tidaklah mudah, karena pasti ada rintanga yang harus dilewati oleh para pendaki seperti kemiringan dari tebing untuk mencapai puncak dan juga jalur yang sangat kecil sekali seperti yang ada di Gunung Raung,  disitulah terdapat tantangan untuk para pendaki untuk melewati rintangan agar sampai puncak.

Gunung Hutan memiliki keistimewaan tersendiri, ketika kita berada dipuncak disitulah kita merasakan betapa indahnya alam ciptaan Tuhan, rasa syukur pun kita rasakan setelah kita melewati rintangan agar bisa sampai di puncak, namun dari keindahan alam yang ada di gunung terdapat juga hal hal yang tidak kita inginkan terjadi di gunung, kita bisa lihat di sekeliling gunung masih saja ada sampah yang terbuang disembarang tempat, puntung rokok dimana-mana. Apa yang menyebabkan kebakaran hutan di gunung? Ini bisa terjadi karena faktor alam dimana panasnya matahari yang bisa  membakar tumbuhan-tumbuhan yang ada di gunung, dan juga kebakaran hutan bisa terjadi karena ulah manusia yang sering membuang puntung rokok di sembarang tempat.


Jadi, dari kejadian kebakaran hutan ini kita harus lebih sadar diri lagi untuk menjaga dan melestarikan alam kita. Sudah sepatutnya kita menjaga alam dan bumi ini.   



RIDHO ICLASUL (OKUT)
NTA: AT.160794.XXIII.185.PA

Mengenal Flora dan Fauna Gunung Merbabu

Anis Gunung (Turdus poliocephalus javanicus) di Merbabu

Indonesia merupakan negara yang terdiri dari banyak pulau pulau yang berjajar dari Sabang sampai Merauke. Di pulau-pulau tersebut banyak keindahan yang mempesona dan menarik untuk dikunjungi, ada gunung, gua, tebing, pantai dan masih banyak lagi. Dari tempat-tersebut pasti banyak flora dan fauna lokal yang menjadi ciri khas dan daya tarik tersendiri bagi daerah tersebut untuk dikunjungi.
Setelah kemarin kita mengenal indahnya gunung merbabu, kali ini kita akan mengenal lebih jauh karunia yang diberikan Tuhan yang ada di Gunung Merbabu. Gunung yang ada di perbatasan Kabupaten Magelang, Boyolali, dan Semarang ini mempunyai flora dan fauna yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang akan mendaki ke Gunung Merbabu.
Pertama kita akan berbicara tentang fauna atau satwa yang ada di Gunung Merbabu, beberapa satwa yang masih ada di Gunung Merbabu antara lain yaitu macan tutul, elang jawa, ayam hutan, elang hitam, kipasan ekor merah, alap-alap kawah, kijang, dan masih banyak lagi. Dari satwa-satwa yang ada di Taman Nasional Gunung Merbabu banyak juga satwa-satwa yang tergolong sebagai satwa yang dilindungi.
Selanjutnya kita akan berbicara flora yang ada di Taman Nasional Gunung Merbabu antara lain yaitu  pinus, puspa, bintamin, akasia decuren, beberapa jenis perdu, adas, edelweis, tanaman efifit, dan masih banyak lagi tanaman yang ada di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu baik tanaman yang dilindungi maupun yang tidak dilindungi.

Dari flora dan fauna diatas tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki yang hendak mendaki di Gunung Merbabu, maka dari itu kita harus tetap menjaga kelestarian flora, fauna, dan lingkungan Gunung Merbabu supaya Gunung Merbabu tetap indah dan tetap memiliki daya tarik khusus bagi para pengunjungnya.

RIZAL IRKHAMNANTO (BOBO)
NTA:AT.160794.XXII.175.PA







Tips-tips Perawatan Alat Outdoor



Alat-alat outdoor

1. Tali Karmantel
Cara merawat tali karmantel :
         Dicuci dengan air hangat terus jangan pakai diterjen.
         Mencuci menggunakan tangan saja atau dibantu sikat yang berbulu halus atau sikat khusus untuk tali karmantel.
         Tali dibilas sampai bebrapa kali pakai air segar,
         Gantunglah tali pada tempat yang kering, diusahakan saat menjemur jangan ditaruh ditempat yang terkena sinar matahari langsung. Cukup diangin anginin aja.
Catatan :
         Apabila tali cuma kotor gara gara debu, membersihkannya cukup menyelupkan tali ke air sampe debunya larut.
         Jangan menggunakan tali yang basah. Soalnya tali jadi tidak nyaman untuk digunakan, baik untuk dipegang maupun untuk dipakai dan dibawa. Serta elastisitas tersebut akan berkurang dan mudah terjadi friksi. Suatu penelitian menyatakan tali akan berkurang kekuatannya sebesar 30% jika tali tersebut basah.
         Sebelum menyimpan tali, pastikan tali udah benar benar kering. Buka semua simpul yang ada, gulung tali  dan simpan ditempat yang dingin dan bersih, tidak pada cahaya matahari, asam baterai dan bahan kimia kuat lainnya.
         Lihat diujung tali ada rumbai-rumbai nilon. Apabila ada, bakar dulu dengan nyala korek api sehingga ujung-ujungnya mengumpul dan nilon tidak mudah lepas.
Peraturan perawatan untuk tali karamantel :
         Jangan berdiri/ menginjak tali
         Berhati-hati terhadap benda-benda tajam didekat tali.
         Jauhkan terhadap api kecuali memanaskan ujung tali agar ujungnya mengumpul dan nilon tidak mudah lepas
         Jauhkan dari sengatan panas matahari yang berlebihan karena bisa mempengaruhi komposisi kimia tali
         Jauhkan dari air aki dan bahan kimia kuat lainnya.
         Jika terkena lumpur bersihkan, bilas dengan air segar, seperti cara diatas. Gunakanlah sikat yang halus
         Pada saat packing, pisahkanlah tali dari perlengkapan climbing lainnya seperti carabiner, figur of eight dll
         Usahakan melakukan perawatan seminggu sekali

2. Carabiner
Cara membersihkan carabiner dan jenis logam lainnya :
         Dicelupin ke air, dan disikat pakai sikat yang halus
         Dikeringkan dengan dilap jangan dijemur atau diangin anginkan,
         Diberi oli lalu simpan ditempat yang kedap udara.
Peraturan perawatan carabiner dan jenis logam lainnya :
         Jangan menginjak carabiner
         Jangan sampai terbanting, karena carabiner hanya kuat untuk dipakai tapi tidak tahan bantingan karena unsur karbon pada carabiner berada diambang yang mudah corosif
         Jauhkan dari air aki dan bahan kimia kuat lainnya.
         Jika terkena lumpur bersihkan, bilas dengan air segar, seperti cara diatas. Gunakanlah sikat yang halus
         Pada saat packing,usahakan jangan sampai ada hentakan berlebihan antara carabiner satu dengan lainnya.
         Simpan ditempat yang kering dan kedap udara.
         Simpan dalam keadaan kering.

3. Sepatu Panjat
Cara Membersihkan dan Merawat Sepatu Panjat Tebing :
         Selalu jaga kondisi sol (bagian karet sepatu) dalam keadaan bersih dan kering supaya friksi sepatu dalam tetap terjaga.
         Gunakan sikat yang tidak terlalu keras untuk menjaga kebersihan sol sepatu.
         Setelah disikat, lap dengan kain basah atau dengan alkohol. Kemudian keringkan pada ruangan yang berfentilasi. Jangan keringkan dengan menjemur pada cahaya matahari langsung.
         Jangan cuci sepatu panjat dengan menggunakan mesin cuci. Jangan gunakan sabun, deterjen atau sejenisnya untuk mencuci sepatu panjat.
Sedangkan untuk merawat sepatu panjat tebing, bisa dilakukan dengan tips berikut ini:
         Pastikan kondisi sol selalu bersih setelah dipakai dan pastikan sepatu panjat selalu dalam kondisi kering.
         Isi sepatu dengan koran bekas untuk menghindari perubahan bentuk sepatu akibat terlalu lama disimpan.
         Simpan sepatu secara terpisah supaya tidak terjadi perubahan bentuk sepatu selama disimpan.
         Jangan simpan ditempat yang lembab atau pada tempat dengan temperatur tinggi.

4. Tenda Dome
Dalam merawatnya tentunya kita harus tahu cara mencucinya, dalam pencuciannya ada dua cara yaitu tenda dome di dirikan terlebih dulu dan dibentangkan. Cara mencucinya pun sama :
·         Dirikan tenda dome terlebih dulu atau di bentangkan, kemudian cek bagian dalam tenda.
·         Siram tenda dome dari bagian luar, untuk membersihkan dalamnya cukup dengan air saja, karena sabun tidak direkomendasikan, tapi bisa menggunakan sampo untuk bagian dalam tenda dome
·         Kemudian menyemprotkan air ke bagian luar tenda dengan tekanan rendah, agar tanah dan debu  yang menempel bisa turun sendiri tanpa harus di lap. Gunakan lap basah untuk mengelap bagian luarnya, perhatikan agar tidak terlalu keras ketika berada di daerah jahitan, karena lapisan seam tape bisa terbuka. 
·         Untuk bagian bawah tenda dome, bisa menggunakan sabun cair dan menggunakan lap kain.
·         Usahakan jangan hadapkan tenda langsung dengan sinar matahari untuk menjaga bahan tenda rusak. Jemurlah di tempat yang teduh atau diangin-anginkan. Dan pastikan saat menjemur tidak ada air yang menggenang di salah satu bagian tenda.
·         Setelah tenda kering, segera lepaskan frame-nya (apabila tenda dome di dirikan) dan bersihkan lah dengan cara menyikatnya. Untuk pasak yang bengkok, luruskanlah kembali dengan memukul-mukul ringan. Tali pancang bisa anda kucek cukup dengan air bersih saja.
·         Jika anda sering memakai tenda dome saat hujan, anda bisa memeriksa tiang (frame) tenda dan membersihkannya dengan air supaya lempengan besi yang ada tidak korosi sehingga mengurangi kelenturan frame. Resleting juga perlu diperhatikan meskipun resiko karatnya kecil. Anda bisa menyemprotnya dengan silikon kecil pada gerigi resleting agar tetap normal.
·         Simpan tenda tenda dome anda di tempat yang kering dan sejuk. Jangan menyimpan di tempat yang panas karena bisa menyebabkan kerusakan pada lapisan tenda.
Cara merawat tenda dome :
         Sesuatu yang paling sering menyebabkan kerusakan pada tenda dan mungkin jarang disadari adalah kerusakan yang disebabkan oleh sinar ultraviolet dari matahari. Biasakan sekali-kali mendirikan tenda dan diangin-anginkan (ruangan terbuka tapi tidak terkena sinar matahari secara langsung sehingga benar-benar kering dengan angin) sekalipun tidak dalam kegiatan.
         Jangan sekali-kali menggunakan tenda untuk alas tidur atau selimut jika tidak dipergunakan. hal ini untuk mengurangi gesekan-gesekan antara tenda dan alas serta pada tanah jika untuk alas tidur.
         Jangan menyalakan api atau merokok dan sejenisnya di dalam tenda. lebih bagus lagi jika memakai alas seperti jas hujan dsb sebelum mendirikan tenda agar alas tenda tidak berlubang.

  1. Flysheet
Bentangkan flysheet di atas seutas tali siram bagian luar dengan air, dan bersihkan dengan spon atau kain yg halus, untuk bagian flysheet boleh mengunakan detergen, setelah di bilas segera balik flysheet untuk membersihkan sisi yang lainnya. Flyshheet langsung di angin-anginkan tak perlu di keringkan terlebih dahulu.

6. Tas Carrier
Hal pertama yang harus dilakukan saat akan merawat tas adalah :
         Mengosongkan carrier anda dari barang - barang yang sebelumnya ada di dalamnya.
         Pastikan juga tidak ada makanan yang tertinggal. Barang - barang yang tertinggal bisa mengundang jamur yang akan merusak tas.
         Setelah tas dikosongkan, cuci carrier anda sampai bersih. Setelah dipakai, tas pasti kotor terkena debu atau pengotor lainnya. Tanpa disadari, kotoran yang dibiarkan menempel bisa merusak tas terutama bahannya. Oleh karena itu, sangat penting mencuci tas setelah digunakan. Selain itu, dengan dicuci, tas anda juga bisa tampak lebih bersih seperti baru kembali.


7. Sepatu Tracker
Cara mencuci sepatu tracker :
·         Pertama, lepas tali sepatu dan sol bagian dalam sepatu.
·         Gosok sepatu dengan menggunakan sikat halus yang bersih untuk membersihkan kotoran kering.
·         Siapkan baskom berisi air hangat yang sudah dicampur sedikit mild soap / sabun tanpa detergen, bisa juga dengan sabun atau shampoo bayi. Jangan menggunakan detergen!
·         Celup sikat ke dalam baskom, kemudian kibaskan sikat untuk mengurangi jumlah air.
·         Sikat setiap bagian sepatu dengan lembut dengan gerakan menyikat satu arah. Sikat dari bagian depan ke belakang. Ulangi langkah 4-5 sampai bersih.
·         Lap bersih dengan menggunakan handuk lembut /microfiber kering. Gunakan teknik lap memutar untuk hasil yang lebih baik.
·         Angin-anginkan di tempat yang sejuk selama kurang lebih 2 jam. Tidak perlu dijemur langsung di bawah sinar matahari
·         Jika sepatu anda tipe waterproof, tambahkan semprotan waterproof ke body sepatu anda. Kemudian, jangan lupa mencuci sol sepatu juga. Cara mencuci sol sepatu kurang lebih sama seperti langkah-langkah di atas.

Tips Menyimpan Sepatu tracker :

Jangan simpan sepatu terus menerus di dalam kotak sepatu. Lebih baik simpan sepatu di tempat terbuka. Tambahkan gumpalan kertas ke bagian dalam ujung sepatu untuk menjaga bentuk sepatu, namun hindari penggunaan kertas koran agar tintanya tidak luntur di dalam. Tambahkan pula silica gel jika ada untuk menjaga sepatu tetap awet.


M. FATKURROHIM (COBEK) & SUKMA WIDYANINGTYAS (BOWEL)
NTA: AT.160794.XXI.169.PA & AT.160794.XXII.176.PA