Rabu, 07 Maret 2018

MITAPASA ON THE SCHOOL

MITAPASA AJAK MURID PEDULI LINGKUNGAN

Mahasiswa IAIN Salatiga yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) MITAPASA menyelenggarakan sosialisasi cinta lingkungan dan aksi tanam pohon kepada siswa – siswi SD Negeri Cebongan 3 pada hari Sabtu (24/2).
Kegiatan bertajuk MITAPASA On The School (MOTS) ini, diikuti tidak kurang dari 40 peserta yang terdiri dari kelas IV dan V. Dengan mengangkat tema “Penanaman Nilai – nilai Kepecintaalaman Terhadap Siswa” diharapkan mampu memotivasi dan mendorong siswa – siswi untuk mencintai alam dan lingkungan sekitar.
Bentuk sosialisasi yang dilakukan berupa pembelajaran dengan materi meliputi pertumbuhan pohon, manfaat, dampak, dan cara menanam dan merawat pohon. Materi tersebut sangat mudah dipahami oleh siswa karena didukung penyampaian dan visual yang jelas.
“Saya sangat senang dengan materi yang diberikan Kakak, karena ada video fotosintesis yang sebelumnya belum pernah saya lihat,” tutur Leanna, siswi kelas V.

Aksi Penghijauan Sekolah

Umpan balik dari pemberian materi kepada siswa, diadakan aksi tanam pohon disekitar sekolah. Para mahasiswa berperan sebagai fasilitator untuk siswa – siswi dalam menanam bibit pohon. Jenis bibit yang ditanam antara lain pucuk merah, ketapang, kendal, salam, sirsak, dan durian.
Ketua Panitia, Nur Colis, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak berhenti disini saja, nantinya MOTS akan dilanjutkan dengan berkeliling ke sekolah – sekolah Salatiga dan sekitarnya.
“Kedepan, Mitapasa On The School akan ke sekolah – sekolah Salatiga dan sekitarnya untuk membangun karakter cinta lingkungan kepada siswa – siswi.”

Rabu, 31 Januari 2018

APA ITU ROCK CLIMBING??



R
ock climbing? Mungkin banyak orang yang masih asing dengan olahraga yang satu ini. Mungkin banyak yang berpikir olahraga yang bersifat adrenalin ini cukup menakutkan bagi masyarakat.
Tetapi aktivitas rock climbing atau panjat tebing sudah dikenal masyarakat sejak lama bahkan masyarakat tradisional, mereka melakukan pemanjatan gu na mencari sumber kehidupan ataupun perlindungan, khususnya didaerah pantai dan kawasan karst untuk mencari sarang  burung atau sumber mata air. Tetapi mereka tidak memakai system dan prosedur yang baku seperti dalam olahraga panjat tebing sehingga faktor keamanan dan tingkat resiko yang dihadapi sangatlah tinggi.

Pengertian rock climbing sendiri adalah suatu olah raga yang mengutamakan kelenturan, kekuatan / daya tahan tubuh, kecerdikan, kerja sama team serta ketrampilan dan pengalaman setiap individu untuk menyiasati tebing itu sendiri. Dalam menambah ketinggian dengan memanfaatkan cacat batuan maupun rekahan / celah yang terdapat ditebing tersebut serta pemanfaatan peralatan yang efektif dan efisien untuk mencapai puncak pemanjatan.
Awalnya rock climbing merupakan olah raga yang bersifat petualangan murni dan sedikit sekali memiliki peraturan yang jelas, seiring dengan berkembangnya olah raga itu sendiri dari waktu kewaktu telah ada bentuk dan standart baku dalam aktifitas dalam panjat tebing yang diikuti oleh penggiat panjat tebing. Banyaknya tuntutan tentang perkembangan olah raga ini memberi alternatif yang lain dari unsur petualangan itu sendiri. Dengan lebih mengedepankan unsur olah raga murni (sport).
Dalam rock climbing sendiri mempunyai berbagai dua system pemanjatan yaitu himalayan system dan alpen system. Dan dilihat dari pealatannya rock climbing juga dibagi menjadi dua yaitu artificial climbing dan free climbing.
Meski pun rock climbing olah raga bersifat menantang tetapi rock climbing mengedepankan keselamatan pemanjat. Itu terbukti dengan adanya berbagai alat rock climbing seperti tali carmantel, carrabiner, sepatu, harness, ascender, descender, piton, hammer, helm dan sebagainya yang berfungsi untuk melindungi dan menahan pemanjat agar tidak jatuh. Di rock climbing juga terdapat savety oprasional procedure yang harus dilaksanakan dan dilakukan demi keselamatan pemanjat itu sendiri.
Masih ada banyak lagi yang perlu diketahui tentang rock climbing. Intinya rock climbing membutuhkan teknik dan peralatan khusus serta kondisi tubuh yang prima.

Oleh: Zahrina Zulfatih (NTA:AT.160794.XXI.168 PA)
SUMBER:
2010. Aldakawanseta Udinus Semarang. Materi Panjat Tebing (Rock Climbing)





Senin, 08 Januari 2018

MAPALA MITAPASA IKUTI JAMBORE PANJAT TEBING SE-INDONESIA





(dokumentasi  milik pribadi)


Euforia akhir tahun 2017 menjadi momen spesial tersendiri bagi beberapa orang yang menanti
datangnya tahun baru 2018. Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) MITAPASA Institut
Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga tak begitu saja melewatkan momen ini, kali ini dua atlit panjat
tebing diterjunkan dalam acara Jambore Panjat Tebing di Pantai Siung.
Kegiatan ini berlangsung pada hari Minggu, 31 Desember 2017 di Pantai Siung, Tepus, Gunungkidul,
Yogyakarta. Acara tersebut sedikitnya diikuti 182 peserta dari berbagai daerah diseluruh Indonesia
dari atlit lokal hingga atlit nasional.

“Jambore Panjat Tebing ini merupakan event yang akan kita laksanakan tiap tahun yang
diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Gunungkidul”, ungkap Saryanto, KA Dinas Pariwisata
Gunungkidul.



Kegiatan penutupan di tahun 2017 ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh Dinas
Pariwisata Gunungkidul, Yogyakarta untuk mempromosikan Pantai Siung sebagai obyek wisata yang
memiliki banyak medan panjat tebing alami. Selain itu, juga untuk memasyaratkan kegiatan olahraga
panjat tebing dan mencari bibit-bibit atlit panjat tebing. Adapun untuk tim teknis melibatkan
Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Daerah Istimewa Yogyakarta.



Jambore Panjat Tebing ini dibagi menjadi dua kategori yaitu kategori pelajar dan umum. Untuk
kategori pelajar diikuti oleh atlit-atlit panjat yang masih duduk dibangku sekolah sedangkan kategori
umum diikuti oleh atlit-atlit Mapala, freelance, lokal hingga atlit nasional. Pemanjatan yang
dilakukan kali ini dengan model “Fun Climbing” dimana juara tidak ditentukan oleh seberapa tinggi
peserta memanjat di tebing, akan tetapi ditentukan oleh poin terbanyak hasil pengambilan undian.
Peserta diwajibkan untuk melakukan pemanjatan dua jalur untuk bisa mengambil undian tersebut.
Selebihnya peserta dibebaskan untuk melakukan pemanjatan di 25 jalur lainnya.





Adapun dua atlit MITAPASA yaitu Nur Colis (Tadris Matematika /5) dan Sukma Widyaningtyas
(PGMI/3). Jambore Panjat Tebing ini dapat memotivasi untuk belajar lebih giat lagi.
“Dengan mengikuti kegiatan Jambore Panjat Tebing ini kami bisa belajar banyak tentang climbing,
dan memotivasi kami untuk bisa belajar lebih giat lagi untuk meningkatkan skill kami,” ucap Sukma,
anggota MITAPASA.

Pimpinan redaksi: TIM Humas Mapala Mitapasa

Minggu, 19 November 2017

LEADERSHIP


Hasil gambar
(gambar: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQdK9YQU1jOrGZC4WWl75VjuZhEdFmm0F-YCLKwKBp2v-QtcbnvSdm_IZgE2dsNrJQg5zcnBfEG0FHcHjW4_4RwsNjJrNJ5uoxcE5RQ8EGQRx3M48HUaJUAbsNgg8fo2RoPn-Uny-H6Deu/s1600/Kepemimpinan.jpg )


Hampir sebagian besar orang beranggapan bahwa sifat kepemimpinan itu sudah ada dari dalam diri yang merupakan bakat dan sudah terbentuk sehingga membutuhkan wadah yang baik dan tepat untuk dapat mengekspresikan jiwa kepemimpinan tersebut. Anggapan tersebut ternyata salah, ternyata jiwa kepemimpinan tersebut dapat dibentuk sendiri oleh manusia tanpa peduli apakah orang tersebut sudah berbakat dari lahir atau tidak. Menurut Ordway Tead, bahwa timbulnya seorang pemimpin, karena Membentuk diri sendiri, dipilih oleh golongan dan ditunjuk dari atas, artinya ia menjadi pemimpin karena dipercaya dan disetujui oleh pihak atasannya.
Dengan adanya pengertian tersebut tidak dapat dipungkiri bahwa kepemimpinan tidak mutlak hanya disebabkan oleh adanya bakat dari keterunan saja. Tiap manusia yang dilahirkan ke dunia mempunyai kesempatan untuk menjadi pemimpin.

Pengertian kepemimpinan itu sendiri adalah 
Robbins (1996)                     : kemampuan mempengaruhi suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan.
Gemmil dan Oakley (1992)  :  kepemimpinan adalah sebuah proses kerjasama antara anggota organisasi dalam merumuskan metode   baru untuk meningkatkan kualitas organisasi.
Psikologi dan jiwa kepemimpinan memiliki hubungan dan keterkaitan yang besar, sebagian besar pengekspresian jiwa yang ada didalam diri merupakan karekteristik kepribadian kita, hal ini dapat dilihat dari sikap atau respon kita dalam menghadapi masalah, bagaimana menyelesaikan masalah dengan baik dsb.
Seseorang yang memiliki jiwa kepemimpinan yang baik akan terlihat dari kondisi psikologi dan fisiknya, yaitu:

1.   Terus belajar : Pemimpin yang berprinsip menganggap hidupnya sebagai proses belajar yang tiada henti untuk mengembangkan lingkaran pengetahuan mereka
2.   Berorientasi pada pelayanan : Pemimpin yang berprinsip melihat kehidupan ini sebagai misi, bukan karir.  Ukuran keberhasilannya adalah bagaimana bisa menolong dan melayani orang.
3.   Memancarkan energi positif : Secara fisik pemimpin yang berprinsip memiliki mimik yang menyenangkan dan bahagia. Mereka optimis, positif bergairah, antusias,dan penuh harap. Mereka memancarkan energi positif yang mempengaruhi orang-orang di sekitarnya.
4.   Mempercayai orang lain : Pemimpin yang berprinsip mempercayai orang lain. Mereka yakin orang lain mempunyai potensi yang tak tampak. Namun tidak bereaksi secara berlebihan terhadap kelemahan-kelemahan manusiawi. Mereka tidak merasa hebat saat menemukan kelemahan orang lain. Ini membuat mereka tidak menjadi naif.
5.   Hidup seimbang : Pemimpin yang berprinsip bukan ekstrimis. ereka sadar dan penuh pertimbangan dalam tindakan. Ini membuat diri mereka seimbang, tidak berlebihan, mampu menguasai diri, dan bijak.
6.   Melihat hidup sebagi sebuah petualangan : Pemimpin yang berprinsip menikmati hidup. Mereka melihat hidup ini selalu sebagai sesuatu yang baru. Mereka siap menghadapinya karena rasa aman mereka datang dari dalam diri, bukan luar. Mereka menjadi penuh kehendak, inisiatif, kreatif, berani, dinamis dan cerdik.
7.   Sinergistik : Pemimpin yang berprinsip itu sinergistik. Mereka adalah katalis perubahan. Setiap situasi yang dimasukinya selalu diupayakan menjadi lebih baik. Karena itu, mereka produktif dalam cara baru dan kreatif.

Tidak dapat dipungkiri bahwa memang jiwa kepemimpinan merupakan bakat sejak lahir tetapi jiwa kepemimpinan juga dapat dibentuk. Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk pesimis dan berkata bahwa kepimpinan hanya dimiliki untuk orang yang telah berbakat sejak dahulu. Jiwa kepemimpinan dapat dibentuk karena adanya dukungan-dukungan baik dari dalam dan luar, yaitu adanya kemauan untuk menjadi pemimpin, adanya keberanian untuk berpendapat, adanya keberanian untuk mensosialisasikan diri dengan lingkungan,adanya keberanian untuk menerima pendapat dari orang lain dan yang paling penting adalah adanya kesempatan baik waktu dan keinginan untuk mewujudkan semua itu.
Walaupun untuk menciptakan jiwa kepemimpinan tersebut membutuhkan waktu yang lama, tetapi jika ada keinginan maka jiwa tersebut akan muncul.


Sumber : Harian Ekonomi NERACA
         (postingan ulang: SENIN, 11 FEBRUARI 2013) 

Minggu, 12 November 2017

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI CALON PENDASPALA XXIII MAPALA MITAPASA 2017

       

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI
CALON PENDASPALA XXIII MAPALA MITAPASA
Salam lestari !
Berikut ini adalah daftar nama-nama calon anggota Mapala Mitapasa yang lolos tahap seleksi screening dan tes kesehatan :




















Catatan :
  • Bagi peserta yang lolos tahap seleksi, dan belum mengumpulkan Surat Keterangan Sehat, pengumpulan maksimal 14 November 2017, dan dimohon memberikan konfirmasi kesanggupan keikutsertaan tahap selanjutnya sampai kegiatan selesai pada tanggal 1 desember 2017.
  • Konfirmasi bisa dilakukan di Basecamp Mapala Mitapasa dengan menghubungi Ketua Panitia (Aidha) .
  • Konfirmasi paling lambat tanggal 14 November 2017, apabila tidak melakukan konfirmasi, nama akan dicoret dari daftar / dianggap mengundurkan diri dan akan diganti dengan peserta cadangan yang namanya belum tercantum di daftar peserta lolos.
  • Bagi peserta yang masuk daftar cadangan akan segera dihubungi oleh panitia apabila peserta yang lolos tidak memberikan konfirmasi.
    CP :
     Aidha (089691411422)
     Willyar (085727885982)

Sabtu, 23 September 2017

PETUNJUK ARAH / AKSES MENUJU VENUE MITAPASA CLIMBING COMPETITION 2017

Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) MITAPASA IAIN Salatiga

Petunjuk Arah / Akses Menuju Kampus I Iain Salatiga
Venue Event Mitapasa Climbing Competition (MCC) 2107
Assalamualaikum WR. WB.
Salam Lestari !!
          Menjelang diselenggarakannya event Mitapasa Climbing Competition atau MCC 2017, pada 06-08 Oktober 2017, yang berskala regional Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, maka kami sebagai panitia penyelenggara akan memberikan informasi mengenai akses menuju  venue / tempat diadakannya kegiatan tersebut kepada seluruh peserta MCC 2017.

           Adapun petunjuknya sebagai berikut :
     Akses dengan bus :
- Dari Jakarta (Kp. Rambutan, Pulo Gadung, Cibitung)
      Naik bus Jurusan Jakarta-Solo, ex. Tunas Harapan, Laju Prima, Tunggal Dara, (via Semarang / Pantura) turun di pertigaan patung Ganesha Depan SMA Kristen 1 Salatiga, lalu berjalan ke timur / arah alun-alun Salatiga kurang lebih 300 m.

- Semarang (Terboyo)
       Naik Bus jurusan Semarang-Solo, ex. Safari, Taruna, Ismo, Muncul, turun di pertigaan patung Ganesha Depan SMA Kristen 1 Salatiga, lalu berjalan ke timur / arah alun-alun Salatiga kurang lebih 300 m.

- Solo (Tirtonadi)
       Naik Bus jurusan Solo-Semarang, ex. Safari, Taruna, Ismo, Muncul, turun di pertigaan patung Ganesha Depan SMA Kristen 1 Salatiga, lalu berjalan ke timur / arah alun-alun Salatiga kurang lebih 300 m.

- Surabaya (terminal Bungurasih)
Naik  bus jurusan Surabaya- Semarang (via Solo) ex. Eka, Sugeng Rahayu, turun di pertigaan patung Ganesha Depan SMA Kristen 1 Salatiga, lalu berjalan ke timur / arah alun-alun Salatiga kurang lebih 300 m.
\
      Akses dengan Kereta :
- Akses dari daerah manapun khususnya di pulau Jawa dapat menggunakan kereta api dengan jurusan Semarang (Poncol, Tawang) atau Solo (Purwosari, Jebres, Balapan), Di lanjutkan dengan naik bus (Petunjuk seperti akses dengan bus diatas)

      Akses dengan Pesawat
- Akses dari daerah manapun dapat menggunakan pesawat dengan tujuan Semarang (Achmad Yani) Solo (Adi Sumarmo). Di lanjutkan dengan naik bus (Petunjuk seperti akses dengan bus diatas)
- Jika turun di Jogjakarta, naik Bus menuju Solo, Oper ke arah Semarang. atau juga bisa naik bus jurusan Semarang, turun pertigaan Bawen, oper bus jurusan Salatiga / Solo.

          Demikian informasi yang bisa kami bagikan, semoga bermanfaat. !
 
Salam Lestari !!
Wassalamualaikum WR. WB.