Rabu, 23 Januari 2019

Tebing dan Kehidupan

Aktivitas penambangan disekitar tebing

Di perbukitan kapur ini ,detik seakan tidak menepi .tidak ada konsep waktu akan berhenti di hamparan karst Kedung Winong,Sukolilo.Semua berlomba untuk membabat habis tebing tersebut karna dengan tebing masyarakat bisa melangsungkan kehidupan.tambang kapur tersebut bukan hanya di lakukan korporasi,tapi juga oleh pertambangan rakyat dan tebing merupakan sumber penghasilan yang ada pada masyarakat Kedung Winong tersebut.pelan tapi pasti,gunung kapur yang selama ini sebagai penjaga pasokan air untuk petani,menipis dan kemudian hilang.

Disini tentunya peran pemerintah sebagai pengendali sangat di butuh kan karna selama ini kurang perhatian dari instansi terkait lagi pula sosial di desa tersebut masih sangat memperhatikan karena masih banya gesekan-gesekan antara masyarakat ,di sini pula masih minim tentang pengetahuan akan penting nya tebing bagi kehidupan di sini pula tidak ada yang istimewa dalam segi kebudayaan semua Nampak sama pada daerah-daerah lain.

Tentu nya kami sebagai orang atau anak pecinta alam sangat prihatin dengan keadaan tebing maupun sosial di kampung tersebut dan saran dari kami ketika ingin menyelesaikan masalah- masalah tersebut tentunya dari segi masyarakat ,segi pemerintahan selalu berkoordinasi dalam semua hal ,ketika pemerintah bukam tentang soal ini tentunya lambat tapi pasti akan menjadi masalah yang sangat serius dalam penanganan tersebut,dan ketika semua sudah terlanjur sudah tak tersisa lagi tebing-tebing sudah rata dengan tanah,mungkin kah uang bisa di makan,?
sekian dan terimakasih semoga dengan artikel ini dapat memberi pemahaman kepada yang membacanya.


SEKRU
NTA: AT.160794.XXIII.180.PA

Speed Climbing : Bersaing Untuk Menjadi Yang Tercepat

Aries sedang memanjat papan speed

Beberapa bulan lalu kita hebohkan pemberitaan tentang atlit panjat tebing indonesia yaitu Aries Susanti Rahayu yang meraih mendali emas pada kejuaraan dunia panjat tebing di chomngqing, cina, untuk kategori speed word  record yang mengalahkan atlit asal Rusia. 

Nah apa sih yang di perlombakan atlit aries susanti rahayu itu? Mungkin kata kategori speed dalam panjat tebing cukup asing bagi masyarakat indonesia, apalagi bagi mereka yang tidak menyukai olah raga outdoor dan ekstrem yaitu panjat tebing. 

Panjat tebing sendiri sudah terdaftar cabang olah raga yang dipertandingkan di pon dan juga menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di asian games 2018 di Indonesia dan olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. Olah raga panjat yang diperlombakan di indonesia adalah kategori lead , boulder dan speed. Kali ini penulis akan membahas tentang salah satu kategori panjat tebing yaitu speed climbing yang diperlombakan Aries Susanti Rahayu.

Speed climbing sendiri adalah kategori perlombaan panjat tebing dimana dua pemanjat beradu kecepatan untuk mencapai top dengan tali yang sudah terpasang pada anchor. Di indonesia speed climbing yang diperlombakan ada tiga yaitu speed track, speed classic dan speed word record.
Speed Track
Speed Track adalah kategori speed climbing yang karakter wallnya sudah terdapat pegangan tanpa dipasang point atau hold untuk pemanjang.
Speed Classic
Kategori ini dua pemanjat veradu cepat untuk menepuk top atas yang telah juri pasang untuk top.
Speed World Record
Kategori speed climbing ini menggunakan point yang mempunyai bentuk atau karakter yang khusus untuk speed world record dengan dua pemanjat beradu cepat untuk menepuk top yang telah juri pasang untuk top.

Pada speed climbing seorang pemanjat membutuhkan skill dalam kekuatan tangan, otak dan kecepatan dalam memanjat. Seorang pemanjat akan melihat keatas dan beradu kecepatan melawan lawannya untuk mencapai top. Dalam pertandingan ini waktu menjadi point utama penilaian. Semakin cepat memanjat akan semakain banyak peluang untuk menang. 


PESKO
NTA: AT.160794.XXI.168.PA

Pemanjatan 21 meter Tebing Sukolilo,Pati

Pemanjatan tebing Sukolilo dengan ketinggian 21 meter

Panjat tebing merupakan salah satu olahraga ekstrim yang menggunakan skill dan beberapa tehnik yang dilakukan di alam dengan bentuk tebing yaitu formasi batuan alam yang menjulang secara vertikal dan terbentuk secara alami.

Dalam olahraga panjat tebing tentunya harus memiliki fisik yang mumpuni dikarenakan olahraga ini dapat menguras tenaga yang banyak saat melakukannya. Oleh karena itu sangat penting melakukan latihan fisik sebelum melakukan olahraga ini. Tidak lupa juga sebelum melakukan kegiatan panjat tebing tersebut terlebih dahulu mempelajari Teori dan SOP (standar operasional prosedur), karena sangat penting bagi keamanan dalam kegiatan panjat tebing.

Berbicara tentang olahraga panjat tebing, kali ini panjat tebing dilakukan di tebing Sukolilo yang tepatnya di Desa Salokaton, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Tempat tersebut merupakan pegunungan karst utara dengan cuaca panas dan suhu mencapai 34°-35°C. Terdapat 3 jalur di tebing tersebut yang rata-rata tingginya mencapai 20 meter.

Dalam kegiatan panjat tebing anggota Mapala MITAPASA IAIN Salatiga melakukan sebuah kegiatan pemanjatan tebing dengan pencapaian tinggi tebing 21,5 meter ditebing Sukolilo, Pati. Dengan menggunakan sistem Himalaya style yang beranggotakan 3 orang pemanjat menggunakan tekhnik Free Climbing dengan pencapaian 8 titik hanger dan menggunakan alat-alat yang sudah teruji keamanannya. 

Pesan saja untuk para climbers ataupun bagi pemula yang ingin melakukan panjat tebing di alam maupun di wall climbing, tetap jaga keselamatan dan mematuhi prosedur yang berlaku. Karena nyawa lebih penting dari apapun. 

SEKOP
NTA: AT.160794.XXIII.183.PA

Selasa, 18 Desember 2018


PENGUMUMAN HASIL SELEKSI
CALON ANGGOTA MAPALA MITAPASA 2018

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu
Salam Lestari !
Puji syukur kehadirat Allah Subhanallahu Wata’ala yang telah melimpahkan rahmat, hidayah serta inayahnya sehingga kami sebagai panitia PENDASPALA XXIV dapat melaksanakan seleksi yang telah dilaksanakan pada tanggal 14-16 Desember 2018 yang berupa Screening dan Tes fisik.
Dengan ini, kami sebagai Panitia PENDASPALA XXIV mengumumkan nama-nama peserta yang lolos tahap seleksi sebagai berikut :
1. Agus Triyono
2. Ahmad Agil Kurnia
3. Al Falaq Bihorinal Huda
4. Cholis Nur Cahyo
5. Khoeroni Nugroho
6. Mufti Andri Wibowo
7. Mukhammad Nasir
8. Ni'matul Aliyah Fajri Utami
9. Oktavia Anggraeni
10. Tanti Yuniarti
11. Wahidatul Isnaini
12. Zarifah Arlinda Putri
   
          Bagi peserta yang lolos tahap seleksi dimohon memberikan konfirmasi kesanggupan keikutsertaan selama kegiatan berlangsung sampai selesai, dalam waktu 1 x 24 Jam setelah hasil ini diumumkan. Terima kasih.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu.

CP : 085848250197 / Sukma Widyaningtyas
        087734212147/ Sri Wahyuning

Senin, 17 September 2018

Bersama PKD Mapala Jawa Tengah, Mitapasa Ikuti Konservasi Laut


Kekayaan alam Indonesia merupakan salah satu aset untuk generasi penerus bangsa yang patut dijaga mulai hari ini, esok, dan selamanya. Namun pada kenyatannya melindungi dan melestarikan alam tak semudah membalikkan telapak tangan.
Kali ini, Mapala Mitapasa ikuti kegiatan konservasi laut di  Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara selama lima hari, (7-11/9). Konservasi laut berupa penanaman (transplantasi) terumbu karang ke laut ini digagas oleh Pusat Koordinasi Mapala Jawa Tengah yang bertajuk “Save Karimun Jawa Coral Reefs”.
Konservasi yang diikuti oleh 20 mahasiswa dari berbagai Mapala Se-Jawa Tengah ini dilatar belakangi oleh banyaknya kerusakan terumbu karang di sekitar kepulauan Karimun Jawa serta banyaknya warga sekitar yang tidak tahu akan pentingnya keberadaan terumbu karang. Kerusakan ini disebabkan oleh kapal-kapal tongkang milik investor yang biasa berlabuh di daerah tersebut.
Ketua panitia, Haidar Mahameru Hikamatiar dari Mapala Argajaladri Unissula menjelaskan tujuan diadakannya kegiatan ini yaitu untuk menyelamatkan terumbu karang sebagai salah satu komponen pendukung biota laut lainnya dan mengedukasi masyarakat sekitar akan pentingnya terumbu karang bagi kesejahteraan manusia.
Upaya penyelamatan terumbu karang tersebut juga dilakukan dengan mengusut dan menolak keras kapal-kapal tongkang tersebut agar tidak kembali berlabuh disekitar perairan kepulauan Karimun Jawa.
 “Jika warga sekitar sadar akan pentingnya karang maka kapal tongkang yang masuk perairan konservasi bisa dihadang bersama – sama,” jelas Haidar.
Perwakilan dari Mapala Mitapasa IAIN Salatiga yaitu Bachtiar Rahman menjelaskan bahwa selain kegiatan transpalantasi terumbu karang ada pula kegiatan sosialisasi kepada warga sekitar Desa Kemujen.
 “Selain kegiatan transplantasi terumbu karang, ada pula sosialisasi kepada warga  Kemujen terkait pelarangan kapal tongkang yang berlabuh di desa dan sosialisasi ini bekerja sama dengan Balai Taman Nasional,” tutur Bachtiar.
Konservasi laut ini berhasil menanam 65 terumbu karang yang ditanam dengan cara menyelam (diving) menggunakan model jaring besi dan beton semen sebagai media transplantasinya dengan kedalaman 3-6 meter. Adapun teknik yang digunakan yaitu teknik transplantasi fragmentasi yakni dengan cara mematahkan skeleton karang hidup dan meletakkannya pada media baru. Jenis terumbu karang yaitu Acropora Cervicurnis yaitu terumbu karang yang berbentuk seperti pipa kecil atau tanduk kijang dan berwarna cokelat muda. Jenis terumbu karang ini dapat hidup pada kedalaman 3 – 15 meter dengan kondisi air yang jernih dan tidak berpolusi. (NC/Red)

Selasa, 28 Agustus 2018

Wonderful Merbabu

Sumber: cnnindonesia

Gunung Merbabu adalah gunung tertinggi nomor 5 di Jawa Tengah setelah Gunung Slamet, Gunung Sumbing, Gunung Lawu, dan Gunung Sindoro. Gunung Merbabu tergolong gunung yang tidak aktif dengan ketinggian 3142 mdpl, yang berada pada perbatasan antara Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Semarang. Terdapat 5 jalur pendakian yang resmi di Gunung Merbabu yaitu via Selo, Wekas, Suwanting, Cuntel, dan Thekelan.
Keindahan Gunung Merbabu selalu mengundang untuk kembali lagi menaklukan puncak Syarif, puncak Kenteng Songo, dan puncak Triangulasi. Dari puncak Gunung Merbabu kita dapat melihat gunung-gunung gagah di Jawa Tengah seperti Tripel S (Slamet, Sindoro, Sumbing) dan tidak lupa gunung tetangga yaitu Gunung Merapi. Selain dari puncaknya Gunung Merbabu mempunyai sisi lain keindahan yaitu dari padang rumput sabana yang sangat indah dan memanjakan mata kita tentunya selalu mengundang kembali untuk mengunjunginya.
Gunung Merbabu sekarang memang indah tetapi merbabu yang sekarang tidak seindah yang dulu. Apalagi kalau bukan sampah penyebabnya, setelah mendaki gunung sudah menjadi hal yang biasa bagi kebanyakan orang - orang tentunya konsumsi sampah di jalur pendakian semakin banyak pula. Kita sebagai pegiat alam setidaknya mengingatkan para pendaki yang awam yang memang hanya semata-mata untuk menikmati keindahan alam. Alangkah lebih baiknya jika kita bisa mengajak mereka untuk melakukan bersih gunung.
Memang banyak komunitas - komunitas yang sudah membantu melestarikan Gunung Merbabu dengan beragam cara yang mereka lakukan seperti bersih jalur, tanam pohon, memberi trashbag sampah kepada para pendaki, dan masih banyak lagi. Selain komunitas banyak pula OPA (Organisasi Pecinta Alam) di sekitar gunung merbabu yang ikut memiliki Gunung Merbabu.
 Dari segi flora dan fauna, Gunung Merbabu memiliki flora dan fauna yang cukup beragam. Untuk fauna yang paling terkenal di Gunung Merbabu tidak perlu ditanyakan lagi pasti para pendaki setuju memilih monyet. Untuk mengetahui lebih banyak flora dan fauna simak artikel berikutnya ya...

Oleh:
Rizal Irkhamnanto (Bobo)

Plastik Perusak !



Sampah plastik bukanlah hal yang tabu lagi untuk dibicarakan. Di Indonesia bahkan dunia sampah plastik ini sudah menjadi permasalahan yang cukup besar. Bagaimana tidak, semua hal dalam hidup kita sehari – hari tidak lepas dari pemakaian plastik. Bungkus makanan, kantong plastik, botol minum plastik, dan masih banyak lagi. Kebanyakan dari kita mengerti bahwasanya plastik itu adalah sampah yang paling sulit terurai. Tapi mengapa masih saja banyak yang membuang plastik sembarangan ?

   Di tanah, di laut, di sungai, di jalanan banyak sekali berserakan sampah plastik. Banyak makhluk yang dirugikan karena sampah plastik ini. Di laut, banyak hewan - hewan laut yang memakan sampah plastik dan akhirnya mati, biota - biota laut banyak yang mati karena pencemaran sampah plastik ini. Di sungai, menghambat aliran sungai dan salah satu penyebab banjir.  Bagaimana sih cara untuk mengurangi sampah plastik yang ada?
Kita bisa menanggulangi dengan cara :
1.    Membawa tas belanja untuk pengganti kantong plastik
2.    Membawa botol air minum untuk pengganti botol plastik kemasan
3.  Carilah alternatif barang plastik yang dapat anda andalkan atau produk yang biodegradable (produk yang memiliki kemampuan untuk terurai dengan aman dan relatif cepat).
Mungkin cara diatas dapat mengurangi sampah plastik di muka bumi ini. Jagalah selalu kelestarian bumi ini agar anak cucu kita dapat merasakan bumi yang lestari.
Di Jakarta sampah plastik telah mencapai 6.000 ton per harinya sedangkan di Pulau Bali sampah plastik yang berserakan malah semakin banyak, per harinya mencapai 10.000 ton lebih, di Palembang pun juga begitu yang mulanya sampah berkisar dengan rata - rata 700 ton perhari namun sekarang malah menjadi semakin banyak hingga 1.200 ton per harinya. Sampah plastik di Indonesia sudah sangat banyak sekali pencapaian rata - rata per harinya yaitu 175.000 ton/hari.
Dikutip dari http://lingkunganhidup.com, seiring dengan pesatnya pembangunan kota, populasi penduduk, dan masih banyak lagi, jumlah plastik juga akan meningkat, perlu antisipasi dan pengelolaan terkait dengan sampah plastik untuk mencegah kerusakan lingkungan hidup akibat sampah plastik.





Oleh: 
Shofi Arba'atu Azmi (Pace) & Devi Kartikasari (Dores)

Wisata Zaman Now dengan Caving

Salam Lestari..!            

              Caving (Susur Gua) adalah disiplin olahraga yang menuntut keahlian jelajah alam yang sangat tinggi dan tentunya butuh skill, fisik, dan adrenalin yang menantang.
            Para penggiat alam, mungkin lebih mengenal gunung dengan menariknya sebuah ketinggian yang dihiasi hijaunya hutan tropis dan padang rumput yang luas. Dan mungkin para petualang lebih mengenal indahnya pantai berpasir putih.
            Akan tetapi, meski tak sepopuler gunung dan pantai, caving sekarang telah menjadi wisata yang digandrungi para petualang zaman now. Karena caving memberikan panorama yang berbeda dan nilai tersendiri bagi yang menggiatinya. Entah itu nilai estetis atau nilai subyektif yang ada pada gua tersebut.
 Pola konsumsi masyarakat zaman sekarang pun atau yang disebut dengan masyarakat zaman now cenderung memilih leisure atau mencari pengalaman dengan petualangan yang dilakukan. Berwisata ke tempat yang memberi kesan dan pengalaman baru memang menjadi kebutuhan para kaum milenial. Karena pola konsumsi kaum milenial tidak seperti zaman dahulu yang menyusuri gua (caving) hanya sekedar untuk keperluan penelitian ataupun pemetaan.
Akan tetapi, konsumsi para kaum milenial sekarang selain menikmati gelapnya keabadian di dalam gua dengan hiasan stalaktit dan stalakmit yang menawan, mereka cenderung untuk melakukan penjelajahan hanya untuk mencari sensasi di media sosial dengan selfie atau untuk uji adrenalin mereka. Mereka berfikir bahwa dengan keberaniannya memasuki gua yang cukup menantang mungkin akan dinilai lebih keren atau pun lainnya yang ada di benak mereka.
Dengan caving, para petualang memang bisa menjadikan sasaran untuk pembuktian diri, terutama menguji fisik dan menaklukkan rasa takut yang ada pada diri sendiri. Karena susur gua tidak hanya di gua yang horisontal yang hanya berjalan maupun merangkak di kegelapan namun ketika sudah memasuki gua yang vertikal memang membutuhkan skill tersendiri yang belum tentu semua orang bisa dan mempunyai skill tersebut.
Menyusuri gua vertical, juga butuh fisik yang lebih karena untuk naik turunnya di gua cukup menguras tenaga. Apalagi jika untuk menaiki gua perlu melakukan panjat untuk sampai atas. Itu tentunya bakalan jadi kesan yang tak terlupakan bagi orang yang belum pernah memasuki gua.
Bagi yang ingin membuktikan bagaimana rasanya menyusuri gua, ingin menguji seberapa kuat fisik dan adrenalin anda, dan ingin mencobanya, silahkan menyusuri gaes, tapi ingat, ada standar operasional prosedur untuk memasuki gua, jadi sebaiknya sebelum melakukan penjelajahan belajar dulu kepada orang yang ahli dalam per-caving-an ya gaes.. ! 
Sekian, terima kasih.


Oleh: 
Sunarti (Pinus)
NTA: AT.160794.XXII.174.PA


Jumat, 01 Juni 2018

M-SOC 2018

MITAPASA - SPORT ORIENTEERING COMPETITON 2018


25 - 26 AGUSTUS 2018

KATEGORI (non-Militer)
- Umum Putra
- Umum Putri

PERSYARATAN
- Mengisi Formulir Pendaftaran
- 1 tim 2 orang
- Pas Photo 3x4 Sebanyak 2 Lembar
- Fotocopy Identitas
- Surat Delegasi (organisasi / Instansi)
- Membayar Biaya Pendaftaran Rp. 275.000,00
- Surat Keterangan Sehat Dari Dokter

FASILITAS
- Kaos (60 tim pendaftar lunas pertama)
- Nomor peserta
- Peta dan kartu kontrol
- Booklet
- Sertifikat
- Stiker
- Makan Peserta
- Penginapan

PENDAFTARAN
- Online : Isi formulir online atau klik di sini
- Transfer pembayaran ke rekening 044401003536535 (a. n. DEVI KARTIKASARI)
- Kirimkan foto bukti pembayaran via Whatsapp (WA) ke nomor yang telah tertera.
- Simpan bukti transfer / pembayaran sebagai lampiran daftar ulang.
- Pendaftaran ditutup tanggal 25 Agustus 2018

TECHNICAL MEETING
25 Agustus 2018
Kampus III IAIN Salatiga, Jl. Lingkar Salatiga KM. 2, Pulutan, Salatiga

PERLOMBAAN
26 Agustus 2018

INFORMASI
- Dwita 085870508038
- Rizal 0895706269031
- Aidha 089691411422

MEDIA SOSIAL
- Blog
mitapasajaya.blogspot.co.id
- Facebook
Mapala Mitapasa
- Instagram
mapalamitapasa
- Twitter
MpaMITAPASA
- Email
mitapasa@gmail.com

Sekretariat :
Jl. Tentara Pelajar No. 02, Gd. PKM I lt.2, Kampus I IAIN Salatiga 50721

MAHASISWA ISLAM PECINTA DAN PEMERHATI ALAM SALATIGA
MITAPASA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA




Kamis, 31 Mei 2018

Fun Climbing & Diskusi Meriahkan Bulan Ramadhan





\Salam Lestari!!!!

            Bulan Ramadhan adalah salah satu bulan yang dinanti-nanti oleh sebagian besar umat muslim, pasalnya bulan Ramadhan penuh kemuliaan dan keberkahan. Di bulan Ramadhan amal-amal kebaikan dilipat gandakan, disyariatkan amal – amal ibadah yang agung , dibuka pintu – pintu surga dan ditutup pintu – pintu neraka. Untuk itu banyak orang berbondong – bondong mengerjakan amal kebaikan di bulan ini.
            Pada tanggal 28 Mei 2018, Mapala MITAPASA mengadakan kegiatan Ramadhan In Campus (RIC) sebagai salah satu kegiatan untuk memanfaatkan waktu di bulan Ramadhan ini. Kegiatan RIC terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan, diantaranya Fun Climbing, Diskusi lingkungan, dan Buka Puasa Bersama.
         Kegiatan pertama adalah fun climbing, pada kegiatan ini Mapala MITAPASA mengajak mahasiswa maupun mahasiswi yang berkenan untuk merasakan sensasi memanjat wall climbing. Bukan hanya mahasiswa/i yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapala saja melainkan mahasiswa umum baik yang tergabung maupun yang tidak tergabung dalam organisasi memiliki kesempatan fun climbing ini. Kegiatan ini dihadiri oleh setidaknya 50 orang dari pengurus mahasiswa, UKM IAIN Salatiga, dan Mapala se-Salatiga.
        Kegiatan selanjutnya adalah diskusi lingkungan. Bulan Ramdhan kali ini sekaligus memperingati Hari Keanekaragaman Hayati yang jatuh pada sepekan sebelumnya 22 Mei, maka Mapala MITAPASA sebagai salah satu UKM yang berkecimpung dalam dunia kepecintaalaman turut memeriahkannya. “Pentingnya Keanekaragaman Hayati Untuk Kehidupan” merupakan tema yang diambil dalam diskusi ini.
"Mari kita pimpin minimal diri kita untuk mejaga alam ini”, ajakan pemateri saat menyampaikan materi.
Begitulah sepenggal kata dari Bapak Fahrodin  selaku pemateri dengan pemantik oleh Shofi Arba'atu Azmi Seksi Lingkungan Hidup Mitapasa. Diharapkan peserta dalam diskusi ini mempunyai kesadaran untuk menjaga dan memelihara keanekaragaman hayati sebagai salah satu bagian terpenting untuk kehidupan ini.
            Setelah diskusi selesai dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Setelah itu sholat maghrib sebagai pertanda usainya kegiatan Ramadhan In Campus kali ini.
            Dalam rangkaian kegiatan Ramadhan In Campus (RIC) peserta yang berasal dari perwakilan UKM, alumni, maupun Mapala dari beberapa universitas sangatlah antusias mengikuti kegiatan. Mapala MITAPASA berharap dengan adanya kegiatan ini dapat memanfaatkan waktu di Bulan Ramadhan dengan kegiatan yang positif dan juga dapat menanamkan kesadaran untuk menjaga dan memelihara keanekaragaman hayati.

                                             Sri Wahyuning
(Kriyip)
NTA: AM.160794.XXIII.05.PA



Kamis, 24 Mei 2018

Pentingnya Keanekaragaman Hayati Bagi Kehidupan


Google
The International Day for Biological Diversity (IDB) atau yang biasa kita sebut sebagai Hari Keanekaragaman Hayati merupakan sebuah bentuk apresiasi dan dukungan terhadap kondisi keberagaman makhluk hidup yang ada di bumi. Pada awal mulanya Hari Keanekaragaman Hayati/IDB diperingati pertama kali pada tanggal 29 Desember 1993 berdasarkan penetapan Komite Kedua Majelis Umum PBB. Hal ini bertepatan dengan pelaksanaan Konvensi Tentang Keanekaragaman Hayati. Namun pada Desember 2000, PBB mengadopsi tanggal 22 Mei sebagai Hari Internasional untuk Keanekaragaman Hayati (The International Day for Biological Diversity). Hal ini berkaitan dengan banyaknya negara yang kesulitan untuk merencanakan dan melaksanakan Hari Internasional untuk Keanekaragaman Hayati pada tanggal 29 Desember mengingat bertepatan dengan liburan akhir tahun. Semenjak itulah, Hari Keanekaragaman Hayati Internasional diperingati setiap tanggal 22 Mei.
Keanekaragaman hayati sendiri merupakan gabungan dari kata "keanekaragaman" yang artinya berbagai macam, banyak macam, dan lain sebagainya, serta kata "hayati"  yang artinya segala sesuatu yang bersifat hidup atau yang sering disebut juga dengan makhluk hidup. Jadi keanekaragaman hayati itu adalah macam, jenis, bentuk, sifat yang ada pada makhluk hidup.
Dalam UU No 5 Tahun 1994 tentang keanekaragaman hayati, yang termasuk keanekaragaman hayati diantaranya adalah makhluk hidup, daratan, lautan, dan ekositem lainya. Indonesia memiliki banyak sekali macam keanekaragaman hayati yang berlimpah, dan mungkin ada beberapa hal yang belum kita ketahui bersama mengenai keanekaragaman atau biodiversity di Indonesia seperti Indonesia sebagai negara megadiverse (negara yang memiliki keanekaragaman hayati terkaya) nomor 2 dengan kekayaan 25% dari jumlah spesies tumbuhan berbunga yang ada di dunia terdapat di Indonesia, Indonesia satu - satunya negara yang memiliki satwa langka yaitu komodo dan masih banyak lagi lainnya.
Sebagai warga Indonesia sudah selayaknya kita patut bangga terhadap keanekaragaman hayati yang berlimpah. Meski berlimpah ruah, bukan berarti kita dapat mengeksploitasi keanekaragaman hayati dengan bebas dan sewenang-wenang. 
Pernahkah kalian menjumpai  perilaku masyarakat seperti dibawah ini?
1.    Kita sebagai pecinta alam pastinya sering bahkan banyak dari kita yang memakai aksesoris yang terbuat dari akar bahar, akar pohon, ranting, dan lain sebagainya, bahkan para pendaki gunung yang abal yang mengambil bunga edelwais dan yang sangat memalukannya lagi dipamerkan diberbagai sosmed dan mereka merasa bangga  bisa mengambil bunga edelwais yang termasuk dalam jenis tumbuhan yang dilindungi dalam UU No 5 tahun 1990.
3.  Pasti banyak juga dari kita yang melihat bahkan memekai aksesoris kulit penyu, pipa rokok dari gading gajah, hiasan dinding berupa tanduk rus, bulu merak dan masih banyak lagi.
4.      Begitu juga dengan beberapa jenis satwa yang sering kita jumpai di pasar burung bahkan masyarakat yang memelihara elang, kukang, burung kakatua dan banyak jenis satwa lainya lagi.
    Sebagai warga negara yang cinta lingkungan, hendaknya kita bijak dalam memanfaatkan keanekaragaman hayati untuk kebutuhan sehari-hari dengan secukupnya dan tidak berlebihan, apalagi untuk keuntungan semata. 

Mari sekarang, mulai peduli dan mulai mensosialisasikan pentingnya keanekaragaman hayati Indonesia.


Shofi Arba'atu Azmi
(Pace)


NTA: AT.160794.XXII.174.PA