Sabtu, 26 Januari 2019

Mengenal Orienteering Lebih Dekat


 
Latihan orienteering anggota muda XXIV bersama Racana IAIN Salatiga

Mapala Mitapasa sebagai organisasi yang bergerak di alam bebas pada kalangan IAIN Salatiga melakukan latihan gabungan bersama Racana IAIN Salatiga. Materi yang diangkat pada latihan kali ini adalah orienteering, orienteering merupaka olahraga alam bebas yang menuntut orienteer untuk berfikir serta bernavigasi secara bersamaan dalam waktu yang sesingkat mungkin.

Kegiata ini bertujuan untuk saling sharing materi dan teknik orinteering antara Mapala Mitapasa dan Racana IAIN Salatiga, selain itu kegiatan ini juga bertujuan mengenalkan orienteering kepada anggota muda/ anggota baru Mapala Mitapasa. Dari kegiatan ini diharapkan supaya olahraga orienteering lebih dikenal oleh kalangan mahasiswa terutama di kalangan IAIN Salatiga, karena memang tidak bisa dipungkiri orienteering masih menjadi olahraga yang asing di kalangan IAIN Salatiga.

Latihan orienteering kali ini dilakukan di Kampus 1 IAIN Salatiga dengan menggunakan peta ISSOM dengan jumlah point 12 titik point. Tipe yang dikalukan pada latihan ini adalah cross country yang mana pengambilan point harus urut sesuai titik point yang ada di peta dan pemenangnya ditentukan dengan aktu tercepat sampai garis finish. Walau masih banyak kekurangan misal banyak yang yang masih salah mengunjungi titik point dan lainnya, tetapi setidaknya kami terus berlatih untuk mengenal orienteering lebih dekat lagi.

Diharapkan untuk kedepannya latihan ini tidak hanya dilakukan oleh Mapala Mitapasa dan Racana saja melainkan bisa dibuka buat seluruh mahasiswa IAIN Salatiga supaya perkembangan orienteering di IAIN Salatiga lebih pesat lagi. Karena dengan orienteering selain menyalurkan hobi kita berolahraga kita juga berkesempatan buat mengukir prestasi dengan olahraga ini, terbukti banyak orienteer Indonesia yang telah berprestasi di kalangan nasional bahkan internasional.



RIZAL IRKHAMNANTO (BOBO)
NTA:AT.160794.XXII.175.PA


Rabu, 23 Januari 2019

Merambat Asap Atap-atap Jawa Tengah

Kebakaran di Gunung Sindoro

Berkali – kali, lagi dan lagi. Asap tebal hitam legam dan api membara semakin merambat di gunung – gunung Jawa Tengah. Belum usai luka bara api membakar, sudah bersautan lagi disebelahnya. Gunung Sindoro, Lawu, Sumbing, Andong, Merbabu habislah dilalapnya. Dahulu rumput hijau selalu menghiasi sekarang hanya hitam legam, dengan sisa – sisa asap panas.  Lantas ini semua salah siapa ? manusia kah atau hanya faktor alam ?

Faktor alam, ya bisa jadi karena saat ini musim kemarau panjang dan ilalang yang ada digunung saling bergesekan itu bisa menyebabkan timbulnya percikan api. Faktor manusia, karena kesadaran manusia tentang kelestarian alam semakin memudar. Seakan alam hanya miliknya sendiri. Membuang puntung rokok sembarangan saat pendakian digunung juga dapat menyebabkan kebakaran apalagi dimusim kemarau panjang ini.

Dampak dari kebakaran hutan ini ialah, vegetasi yang ada digunung menjadi rusak dan haus ada reboisasi untuk menjaga ekosistem di gunung tersebut.  Istirahatnya gunung – gunung Jawa Tengah dengan ditutup jalur pendakian di berbagai gunung karena meminimalisir bahayanya jika ada pendakian pada gunung yang belum sembuh atas luka kebakaran tersebut. Semoga lekas membaik atap – atap Jawa Tengan dan ini salah satu tamparan bagi kita semua agar selalu menjaga alam beserta isinya.


DORES
NTA: AT.160794.165.PA

Tebing dan Kehidupan

Aktivitas penambangan disekitar tebing

Di perbukitan kapur ini ,detik seakan tidak menepi .tidak ada konsep waktu akan berhenti di hamparan karst Kedung Winong,Sukolilo.Semua berlomba untuk membabat habis tebing tersebut karna dengan tebing masyarakat bisa melangsungkan kehidupan.tambang kapur tersebut bukan hanya di lakukan korporasi,tapi juga oleh pertambangan rakyat dan tebing merupakan sumber penghasilan yang ada pada masyarakat Kedung Winong tersebut.pelan tapi pasti,gunung kapur yang selama ini sebagai penjaga pasokan air untuk petani,menipis dan kemudian hilang.

Disini tentunya peran pemerintah sebagai pengendali sangat di butuh kan karna selama ini kurang perhatian dari instansi terkait lagi pula sosial di desa tersebut masih sangat memperhatikan karena masih banya gesekan-gesekan antara masyarakat ,di sini pula masih minim tentang pengetahuan akan penting nya tebing bagi kehidupan di sini pula tidak ada yang istimewa dalam segi kebudayaan semua Nampak sama pada daerah-daerah lain.

Tentu nya kami sebagai orang atau anak pecinta alam sangat prihatin dengan keadaan tebing maupun sosial di kampung tersebut dan saran dari kami ketika ingin menyelesaikan masalah- masalah tersebut tentunya dari segi masyarakat ,segi pemerintahan selalu berkoordinasi dalam semua hal ,ketika pemerintah bukam tentang soal ini tentunya lambat tapi pasti akan menjadi masalah yang sangat serius dalam penanganan tersebut,dan ketika semua sudah terlanjur sudah tak tersisa lagi tebing-tebing sudah rata dengan tanah,mungkin kah uang bisa di makan,?
sekian dan terimakasih semoga dengan artikel ini dapat memberi pemahaman kepada yang membacanya.


SEKRU
NTA: AT.160794.XXIII.180.PA

Speed Climbing : Bersaing Untuk Menjadi Yang Tercepat

Aries sedang memanjat papan speed

Beberapa bulan lalu kita hebohkan pemberitaan tentang atlit panjat tebing indonesia yaitu Aries Susanti Rahayu yang meraih mendali emas pada kejuaraan dunia panjat tebing di chomngqing, cina, untuk kategori speed word  record yang mengalahkan atlit asal Rusia. 

Nah apa sih yang di perlombakan atlit aries susanti rahayu itu? Mungkin kata kategori speed dalam panjat tebing cukup asing bagi masyarakat indonesia, apalagi bagi mereka yang tidak menyukai olah raga outdoor dan ekstrem yaitu panjat tebing. 

Panjat tebing sendiri sudah terdaftar cabang olah raga yang dipertandingkan di pon dan juga menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di asian games 2018 di Indonesia dan olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. Olah raga panjat yang diperlombakan di indonesia adalah kategori lead , boulder dan speed. Kali ini penulis akan membahas tentang salah satu kategori panjat tebing yaitu speed climbing yang diperlombakan Aries Susanti Rahayu.

Speed climbing sendiri adalah kategori perlombaan panjat tebing dimana dua pemanjat beradu kecepatan untuk mencapai top dengan tali yang sudah terpasang pada anchor. Di indonesia speed climbing yang diperlombakan ada tiga yaitu speed track, speed classic dan speed word record.
Speed Track
Speed Track adalah kategori speed climbing yang karakter wallnya sudah terdapat pegangan tanpa dipasang point atau hold untuk pemanjang.
Speed Classic
Kategori ini dua pemanjat veradu cepat untuk menepuk top atas yang telah juri pasang untuk top.
Speed World Record
Kategori speed climbing ini menggunakan point yang mempunyai bentuk atau karakter yang khusus untuk speed world record dengan dua pemanjat beradu cepat untuk menepuk top yang telah juri pasang untuk top.

Pada speed climbing seorang pemanjat membutuhkan skill dalam kekuatan tangan, otak dan kecepatan dalam memanjat. Seorang pemanjat akan melihat keatas dan beradu kecepatan melawan lawannya untuk mencapai top. Dalam pertandingan ini waktu menjadi point utama penilaian. Semakin cepat memanjat akan semakain banyak peluang untuk menang. 


PESKO
NTA: AT.160794.XXI.168.PA

Pemanjatan 21 meter Tebing Sukolilo,Pati

Pemanjatan tebing Sukolilo dengan ketinggian 21 meter

Panjat tebing merupakan salah satu olahraga ekstrim yang menggunakan skill dan beberapa tehnik yang dilakukan di alam dengan bentuk tebing yaitu formasi batuan alam yang menjulang secara vertikal dan terbentuk secara alami.

Dalam olahraga panjat tebing tentunya harus memiliki fisik yang mumpuni dikarenakan olahraga ini dapat menguras tenaga yang banyak saat melakukannya. Oleh karena itu sangat penting melakukan latihan fisik sebelum melakukan olahraga ini. Tidak lupa juga sebelum melakukan kegiatan panjat tebing tersebut terlebih dahulu mempelajari Teori dan SOP (standar operasional prosedur), karena sangat penting bagi keamanan dalam kegiatan panjat tebing.

Berbicara tentang olahraga panjat tebing, kali ini panjat tebing dilakukan di tebing Sukolilo yang tepatnya di Desa Salokaton, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Tempat tersebut merupakan pegunungan karst utara dengan cuaca panas dan suhu mencapai 34°-35°C. Terdapat 3 jalur di tebing tersebut yang rata-rata tingginya mencapai 20 meter.

Dalam kegiatan panjat tebing anggota Mapala MITAPASA IAIN Salatiga melakukan sebuah kegiatan pemanjatan tebing dengan pencapaian tinggi tebing 21,5 meter ditebing Sukolilo, Pati. Dengan menggunakan sistem Himalaya style yang beranggotakan 3 orang pemanjat menggunakan tekhnik Free Climbing dengan pencapaian 8 titik hanger dan menggunakan alat-alat yang sudah teruji keamanannya. 

Pesan saja untuk para climbers ataupun bagi pemula yang ingin melakukan panjat tebing di alam maupun di wall climbing, tetap jaga keselamatan dan mematuhi prosedur yang berlaku. Karena nyawa lebih penting dari apapun. 

SEKOP
NTA: AT.160794.XXIII.183.PA

Selasa, 18 Desember 2018


PENGUMUMAN HASIL SELEKSI
CALON ANGGOTA MAPALA MITAPASA 2018

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu
Salam Lestari !
Puji syukur kehadirat Allah Subhanallahu Wata’ala yang telah melimpahkan rahmat, hidayah serta inayahnya sehingga kami sebagai panitia PENDASPALA XXIV dapat melaksanakan seleksi yang telah dilaksanakan pada tanggal 14-16 Desember 2018 yang berupa Screening dan Tes fisik.
Dengan ini, kami sebagai Panitia PENDASPALA XXIV mengumumkan nama-nama peserta yang lolos tahap seleksi sebagai berikut :
1. Agus Triyono
2. Ahmad Agil Kurnia
3. Al Falaq Bihorinal Huda
4. Cholis Nur Cahyo
5. Khoeroni Nugroho
6. Mufti Andri Wibowo
7. Mukhammad Nasir
8. Ni'matul Aliyah Fajri Utami
9. Oktavia Anggraeni
10. Tanti Yuniarti
11. Wahidatul Isnaini
12. Zarifah Arlinda Putri
   
          Bagi peserta yang lolos tahap seleksi dimohon memberikan konfirmasi kesanggupan keikutsertaan selama kegiatan berlangsung sampai selesai, dalam waktu 1 x 24 Jam setelah hasil ini diumumkan. Terima kasih.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu.

CP : 085848250197 / Sukma Widyaningtyas
        087734212147/ Sri Wahyuning

Senin, 17 September 2018

Bersama PKD Mapala Jawa Tengah, Mitapasa Ikuti Konservasi Laut


Kekayaan alam Indonesia merupakan salah satu aset untuk generasi penerus bangsa yang patut dijaga mulai hari ini, esok, dan selamanya. Namun pada kenyatannya melindungi dan melestarikan alam tak semudah membalikkan telapak tangan.
Kali ini, Mapala Mitapasa ikuti kegiatan konservasi laut di  Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara selama lima hari, (7-11/9). Konservasi laut berupa penanaman (transplantasi) terumbu karang ke laut ini digagas oleh Pusat Koordinasi Mapala Jawa Tengah yang bertajuk “Save Karimun Jawa Coral Reefs”.
Konservasi yang diikuti oleh 20 mahasiswa dari berbagai Mapala Se-Jawa Tengah ini dilatar belakangi oleh banyaknya kerusakan terumbu karang di sekitar kepulauan Karimun Jawa serta banyaknya warga sekitar yang tidak tahu akan pentingnya keberadaan terumbu karang. Kerusakan ini disebabkan oleh kapal-kapal tongkang milik investor yang biasa berlabuh di daerah tersebut.
Ketua panitia, Haidar Mahameru Hikamatiar dari Mapala Argajaladri Unissula menjelaskan tujuan diadakannya kegiatan ini yaitu untuk menyelamatkan terumbu karang sebagai salah satu komponen pendukung biota laut lainnya dan mengedukasi masyarakat sekitar akan pentingnya terumbu karang bagi kesejahteraan manusia.
Upaya penyelamatan terumbu karang tersebut juga dilakukan dengan mengusut dan menolak keras kapal-kapal tongkang tersebut agar tidak kembali berlabuh disekitar perairan kepulauan Karimun Jawa.
 “Jika warga sekitar sadar akan pentingnya karang maka kapal tongkang yang masuk perairan konservasi bisa dihadang bersama – sama,” jelas Haidar.
Perwakilan dari Mapala Mitapasa IAIN Salatiga yaitu Bachtiar Rahman menjelaskan bahwa selain kegiatan transpalantasi terumbu karang ada pula kegiatan sosialisasi kepada warga sekitar Desa Kemujen.
 “Selain kegiatan transplantasi terumbu karang, ada pula sosialisasi kepada warga  Kemujen terkait pelarangan kapal tongkang yang berlabuh di desa dan sosialisasi ini bekerja sama dengan Balai Taman Nasional,” tutur Bachtiar.
Konservasi laut ini berhasil menanam 65 terumbu karang yang ditanam dengan cara menyelam (diving) menggunakan model jaring besi dan beton semen sebagai media transplantasinya dengan kedalaman 3-6 meter. Adapun teknik yang digunakan yaitu teknik transplantasi fragmentasi yakni dengan cara mematahkan skeleton karang hidup dan meletakkannya pada media baru. Jenis terumbu karang yaitu Acropora Cervicurnis yaitu terumbu karang yang berbentuk seperti pipa kecil atau tanduk kijang dan berwarna cokelat muda. Jenis terumbu karang ini dapat hidup pada kedalaman 3 – 15 meter dengan kondisi air yang jernih dan tidak berpolusi. (NC/Red)