Rabu, 02 Mei 2018

Fenomena Pendaki Masa Kini

Salam Lestari..!!!
http://kakakpintar.com/wp-content/uploads/2016/01/Screenshot_33.jpg

Mendaki gunung sudah tidak menjadi hal yang langka pada masa sekarang ini, tidak hanya pecinta alam yang hobi mendaki gunung akan tetapi mendaki gunung sudah menjadi hal yang biasa karena memang pesona gunung menawarkan daya tarik yang sangat besar. Terlebih lagi setelah rilisnya film "5 CM" yang menceritakan romantika di alam bebas serta keindahannya. Akibatnya banyak kawula muda yang ingin menikmati keindahan alam dari puncak gunung. Dari hal ini banyak menimbulkan tanggapan positif maupun negatif dari berbagai kalangan masyarakat. Akan tetapi mendaki gunung tidak semudah seperti yang digambarkan pada film ini, perlu persiapan yang sangat matang saat mendaki gunung.

Ketidaktahuan para pendaki awam tentang persiapan saat melakukan pendakian gunung bisa sangat berbahaya bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Mungkin itulah salah satu faktor penyebab banyaknya orang hilang di gunung. Memang benar, sudah ada basecamp pendakian disetiap gunung dalam memperhatikan problematika tersebut dan menanganinya dengan melakukan briefing kepada para pendaki sebelum melakukan pendakian. Contohnya seperti basecamp pendakian di gunung Semeru. Hal tersebut merupakan gagasan yang sangat baik untuk memberikan arahan dan bimbingang kepada para pendaki mengingat tidak semua pendaki paham akan prosedur pendakian gunung.

Kegiatan mendaki gunung bukan merupakan hal yang sulit, mungkin hampir semua orang bisa melakukannya asal mempunyai fisik yang sehat dan peralatan serta keuangan yang mencukupi. Tetapi persiapan dan perencanaan mendaki gunung tidak sebatas hal tersebut, berikut hal yang perlu diperhatikan sebelum mendaki gunung, antara lain yaitu sebagai berikut:
Gunung apa yang akan kita daki?
Berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk mendaki sebuah gunung?
Kegiatan apa yang akan kita lakukan di gunung?
Dengan siapa kita mendaki gunung?
Bagaimana kondisi gunung yang akan kita daki?
Dari lima pertanyaan diatas, kita dapat menyusun perencanaan saat hendak melakukan pendakian gunung. 

Jadi, perencanaan sebelum melakukan pendakian gunung sangatlah penting. Bila kita memahami tentang perencanaan pendakian gunung, maka akan meminimalisir kejadian yang tidak kita inginkan. Karena memang tak bisa dipungkiri kebanyakan korban di gunung itu akibat dari kita sendiri, salah satunya yaitu kurangnya pengetahuan tentang perencanaan pendakian gunung.


Rizal Irkhamnanto
(Bobo)
NTA: AT.160794.XXII.175.PA

Sejak Dini Untuk Bumi

Salam Lestari..!!!




Tanpa kita sadari pendidikan lingkungan sejak dini amatlah penting. Dimulai dari hal kecil yang mudah dipahami oleh anak usia dini seperti mengajarkan membuang sampah pada tempatnya, menanam pohon atau bunga di taman, menyiram tumbuhan dan lain sebagainya. Banyak hal kecil yang dapat ditanamkan dan diajarkan kepada anak usia dini. 
Kenapa usia dini? 
Karena anak pada usia yang sedang dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan ini memiliki daya ingat yang baik. Ini bisa menjadi momen berharga dalam menanamkan nilai - nilai kepencintaalaman.
Pada tanggal 24 Febuari 2018, Mapala MITAPASA mengadakan pendidikan lingkungan ke Sekolah Dasar Negeri Cebongan 03 Salatiga yang bertajuk MITAPASA On The School (MOTS). Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan dan menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan sejak dini. Kegiatan ini di mulai dari memberikan materi berupa video proses fotosintesis, dampak membuang sampah sembarangan, dampak menebang pohon sembarangan. Pemberian materi ini disampaikan oleh anggota Mapala MITAPASA dengan tujuan mengenalkan kepada siswa - siswi tentang pendidikan lingkungan. Kegiatan ini dikemas dalam konsep yang menarik demi meningkatkan antusias siswa - siswi terhadap lingkungan
Kegiatan yang selanjutnya adalah penanaman pohon. Setiap siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, kemudian mereka diberi bibit pohon. Jenis bibit yang diberikan berupa: pucuk merah, pohon mangga, pohon alpukat, pohon durian, pohon sirsak dan lain-lain. Setiap kelompok dibimbing oleh anggota Mapala MITAPASA untuk menanam pohon di pekarangan sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi untuk siswa dalam menanam pohon dan merawatnya.
Kegiatan selanjutnya dalam rangkaian MOTS adalah outbond. Setiap siswa di bagi menjadi beberapa kelompok, selanjutnya mereka diarahkan anggota Mapala MITAPASA untuk melakukan outbond. Kegiatan outbond tersebut yaitu: estafet karet gelang, memasukan pensil kedalam botol, estafet sarung. Dalam outbond tersebut di ambil beberapa juara yaitu juara 1, 2, dan 3 dengan hadiah berupa makanan - makanan ringan. Dalam kegiatan outbond tersebut para siswa sangat antusias dan sangat senang sekali.
Dalam rangkaian acara Mitapasa On The School, siswa – siswi sangatlah antusias mengikuti kegiatan melestarikan bumi dengan cara menanam pohon di halaman sekolahnya. Dalam kegiatan ini Mapala MITAPASA berharap bahwa dengan  memberikan sedikit edukasi tentang menjaga lingkungan dapat menjadi langkah awal dalam pendidikan lingkungan،  Karena generasi ini yang akan menjaga bumi kita kedepannya, maka dari itu pendidikan lingkungan sangat amat penting bagi anak usia dini.

Shofi Arba'atu Azmi
(Pace)
NTA: AT.160794.XXII.174.PA
Devi Kartika Sari
(Dores)
NTA: AT.160794.XXI.165.PA


BOULDERING, Olah Raga Simpel Penuh Tantangan

Ale.... Ale....!!!
http://www.blackdiamondequipment.com/on/demandware.static/-/Library-Sites-SharedLibrary/default/dwa6edd7d2/images/black-diamond/BD-8_201192715572.jpg



Apa itu  bouldering? Bagi masyarakat awam kata bouldering cukup asing , apa lagi bagi mereka yang tidak pernah melakukan olah raga outdoor.  Berbeda bagi mereka yang menyukai olahraga ekstrim seperti panjat tebing, karena bouldering bagian dari panjat tebing.

Pengertian dari bouldering sendiri merupakan salah satu seni olah raga yang diadaptasi dari rock climbing atau panjat tebing, tanpa menggunakan pengaman berupa tali ataupun harnest dan dalam gerakannya mementingkan kelincahan dan kekuatan. Olah raga ini biasanya dilakukan di bebatuan besar, tebing ataupun dinding yang relatif tidak terlalu tinggi dan tidak lebih 4 meter. Kebanyakan rute pemanjatan bouldering berorientasi horizontal atau menyamping berbeda dengan panjat tebing yang arah pemanjatnya lebih ke vertikal. Karena ketinggian yang signifikan jadi bagi para pemula tidak perlu takut apabila jatuh dan berisiko kecil.

Olah raga bouldering sendiri cukup simpel karena hanya menggunakan pengaman matras yang tebal dan tidak menggunakan tali. Alat bouldering sendiri hanya chalk bag yang berisi tepung magnesium dan sepatu panjat. Pada awalnya mungkin akan merasa takut mencoba olahraga ini. Tetapi akan berubah menjadi ketagihan dan akan memilih memanjat yang lebih tinggi. Meskipun bouldering terlihat sederhana bukan berarti olah raga ini mudah, karena bouldering memiliki standar kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan jenis panjat tebing yang lain.

Bagi kalian pemula tidak perlu khawatir dengan standar kesulitan dalam bouldering karena awal latihan pemula menggunakan jalur vertikal, tidak terlalu miring, karena tingkat kesulitan akan bertambah tergantung dengan kemiringan medan panjat.

  

Zahrina Zulfati
(Pesko)
NTA: AT.160794.XXI.168.PA


Sumber:
sumber gambar: @metalafebums

Caving, Kamu Perlu Tahu Hal Dasar Ini


Salam Speleo..!!!


 Caving adalah suatu kegiatan penelusuran gua. Ilmu yang mempelajari tentang gua dan sekitarnya disebut dengan speleologi. Speleologi berasal dari "spelion" artinya gua dan "logos" artinya ilmu. Secara resmi ilmu speleologi lahir pada abad XIX berkat ketekunan Edward Alferd Martel. Dari situlah Alferd Martel disebut sebagai Bapak Speleologi.

 Dalam mempelajari speleologi ada berbagai macam cabang ilmu, antara lain: Hidrologi Karst, Speleogenesis, Biospeleologi, Geomorfologi Karst, Sedimentologi Gua , Antropologi,  Arkeologi, Paleontologi, dll. Gua memiliki sifat yang khas dalam mengatur suhu udara di dalamnya, yaitu pada saat udara diluar panas maka didalam gua akan terasa sejuk, begitu pula sebaliknya. Pembentukan gua paling sering terjadi di daerah kapur(karst).


Gua adalah lubang ditanah, atau di bebatuan, yang terbentuk secara alamiah. jadi gua yang di buat manusia lebih tepatnya bisa disebut dengan terowongan.Pembentukan gua paling sering terjadi di daerah kapur(karst).

Penelusuran gua dimulai oleh John Beaumont, ahli bedah dari Somerset, England (1674). Ia seorang ahli tambang dan geologi amatir, tercatat sebagai orang pertama yang menelusuri sumuran (potholing).

Di Indonesia susur gua di mulai pada tahun 1980-an. Perkembangannya diawali dengan berdirinya klub SPECAVINA yang didirikan oleh Norman Edwin dan Dr.R.king Tjoen ko. Namun karena adanya perbedaan prinsip dari keduanya maka terpecah, dan mereka masing – masing mendirikan perhimpunan :
− Norman Edwin mendirikan klub yang diberi nama “GARBA BUMI”,
− Robby KT. Ko mendirikan Hikespi pada tahun 1983.
Pada tahun tersebut bermunculan club-club speleologi di Indonesia seperti ASC,dll. Sehingga akhir-akhir bermunculan divisi-divisi caving.


Sunarti
(Pinus) 
NTA : AT.160794.XXII.173.PA
(sumber: Mapagama, pendidikan div.caving, 2008)


Minggu, 22 April 2018

Saatnya Akhiri Polusi Plastik

Assalamu’alaikum wr.wb.

Salam Lestari….!!!



Memperingati Hari Bumi (Earth Day) secara serentak di 192 negara merupakan sebuah bentuk apresiasi dan kepeduliaan kita untuk ikut serta dalam menjaga bumi agar selalu nyaman untuk kita tinggali. Awalnya peringatan Hari Bumi dipelopori oleh Gaylord Nelson, seorang senator Amerika Serikat pada tahun 1970 dan jatuh pada tanggal 22 April. Genap 48 tahun, Earth Day Network sebagai organisasi yang memimpin Hari Bumi di seluruh dunia, mengumumkan bahwa Hari Bumi 2018 akan fokus pada memobilisasi dunia untuk Mengakhiri Polusi Plastik, termasuk menciptakan dukungan upaya global untuk menghilangkan plastik sekali pakai bersama dengan peraturan global untuk pembuangan plastik dengan mengangkat tema “End Plastic Pollution”.

Pada tahun 2050 diperkirakan habitat ikan akan tergusur oleh sampah plastik yang mengalir dari sungai dan bermuara di laut. Rata – rata 50% dari plastik yang digunakan manusia hanya dipakai sekali dan setelah itu dibuang. Bahkan lebih dari 8 milyar ton dari sampah plastik dibuang di lautan setiap tahunnya. Ironi sekali ketika laut yang seharusnya menjadi habitat organisme laut menjadi TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah plastik. Selain merusak ekosistem laut, sampah plastik juga merusak keindahan laut. Hal yang sangat berbahaya bagi manusia adalah ketika sampah plastik yang belum terurai sempurna termakan oleh ikan – ikan dan biota lainnya ketika masih di sungai ataupun di laut. Dan lebih parahnya jika ikan dan hewan laut/sungai lainnya dimakan oleh manusia, maka jelas bahwa dampaknya akan sangat terasa sekali jika kemudian hari menimbulkan suatu penyakit.

Sampah plastik terdiri dari beberapa senyawa yang bersifat karsinogen dan berbahaya bagi lingkungan juga mengandung logam berat yangg tidak dapat terurai tetapi mudah diabsorbsi oleh tanah. Endapan logam berat dari sampah plastik dapat mengubah metabolisme dari mikroorganisme dalam tanah sehingga dapat memusnahkan beberapa spesies primer dirantai makanan.


Selain itu sampah plastik dapat menyebabkan berkurangnya kesuburan tanah. Sampah plastik tidak bisa terdegradasi menyebabkan lapisan tanah tidak dapat ditembus oleh akar tanaman dan tidak tembus air sehingga peresapan air dan mineral yang dapat menyuburkan tanah hilang dan jumlah mikroorganisme didalam tanah juga akan berkurang dan menyebabkan tanaman sulit tumbuh bahkan mati karena tidak memperoleh makanan yang cukup untuk berkembang.

Sudah saatnya kita sebagai mahasiswa untuk menjadi garda terdepan mempelopori gerakan pelestarian lingkungan. Ada 3R sebagai alternatif yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan bumi kita, antara lain yaitu sebagai berikut:
      1.   Reuse (Gunakan Kembali)
Menggunakan kembali plastik yang masih layak pakai dan kuat. Dengan begitu akan mengurangi penggunaan plastik yang mubazir dan menimbulkan sampah.
      2.    Reduce (Mengurangi)
Mengurangi penggunaan plastik dengan menghindarinya dan mencari alternatif selain plastik. Anda bisa membawa botol sebagai bekal air minum di sekolah, kampus, ataupun kantor.
      3. Replace (Mengganti)
Beralihlah dari plastik menuju kantong – kantong /wadah yang berbahan non plastik untuk membawa barang belanjaan Anda. Selain kantong yang awet, penggunaan kantong plastik dapat berkurang secara drastis.
Sudah saatnya kita beraksi nyata dalam menjaga kelestarian bumi kita, dan mari saling berbagi ilmu kepada kerabat dan kolega.

Salam Lestari....!!!

Nur Colis
(Latu)
NTA: AT.160794.XXI.177.PA


Tim Putri Juara 3 LLAM


Tahun 2018 digadang-gadang sebagai tahunnya Lintas Medan dan Orienteering. Dalam memperingati Hari Bumi, Mapala Surya Rimba (MAPASURI) Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) menyelenggarakan kompetisi yang bertajuk Lomba Lintas Alam Mapasuri (22/4). 

Pada kesempatan kali ini, MITAPASA mengirimkan satu tim yaitu tim putri. Setiap satu tim terdiri tiga orang, mereka adalah Shofi Arba'atu Azmi (Pace), Vanesha Febriana (Sleder) dan Siti Ika Nuraini (Canting). Alhamdulilah, dari puluhan tim putri, Tim Putri MITAPASA dapat bersaing dengan mereka dan meraih Juara 3 kategori umum putri. 

Selamat atas keberhasilan kalian, tetap semangat , dan selalu tingkatkan latihan.


Rabu, 07 Maret 2018

MITAPASA ON THE SCHOOL

MITAPASA AJAK MURID PEDULI LINGKUNGAN

Mahasiswa IAIN Salatiga yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) MITAPASA menyelenggarakan sosialisasi cinta lingkungan dan aksi tanam pohon kepada siswa – siswi SD Negeri Cebongan 3 pada hari Sabtu (24/2).
Kegiatan bertajuk MITAPASA On The School (MOTS) ini, diikuti tidak kurang dari 40 peserta yang terdiri dari kelas IV dan V. Dengan mengangkat tema “Penanaman Nilai – nilai Kepecintaalaman Terhadap Siswa” diharapkan mampu memotivasi dan mendorong siswa – siswi untuk mencintai alam dan lingkungan sekitar.
Bentuk sosialisasi yang dilakukan berupa pembelajaran dengan materi meliputi pertumbuhan pohon, manfaat, dampak, dan cara menanam dan merawat pohon. Materi tersebut sangat mudah dipahami oleh siswa karena didukung penyampaian dan visual yang jelas.
“Saya sangat senang dengan materi yang diberikan Kakak, karena ada video fotosintesis yang sebelumnya belum pernah saya lihat,” tutur Leanna, siswi kelas V.

Aksi Penghijauan Sekolah

Umpan balik dari pemberian materi kepada siswa, diadakan aksi tanam pohon disekitar sekolah. Para mahasiswa berperan sebagai fasilitator untuk siswa – siswi dalam menanam bibit pohon. Jenis bibit yang ditanam antara lain pucuk merah, ketapang, kendal, salam, sirsak, dan durian.
Ketua Panitia, Nur Colis, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak berhenti disini saja, nantinya MOTS akan dilanjutkan dengan berkeliling ke sekolah – sekolah Salatiga dan sekitarnya.
“Kedepan, Mitapasa On The School akan ke sekolah – sekolah Salatiga dan sekitarnya untuk membangun karakter cinta lingkungan kepada siswa – siswi.”

Rabu, 31 Januari 2018

APA ITU ROCK CLIMBING??



R
ock climbing? Mungkin banyak orang yang masih asing dengan olahraga yang satu ini. Mungkin banyak yang berpikir olahraga yang bersifat adrenalin ini cukup menakutkan bagi masyarakat.
Tetapi aktivitas rock climbing atau panjat tebing sudah dikenal masyarakat sejak lama bahkan masyarakat tradisional, mereka melakukan pemanjatan gu na mencari sumber kehidupan ataupun perlindungan, khususnya didaerah pantai dan kawasan karst untuk mencari sarang  burung atau sumber mata air. Tetapi mereka tidak memakai system dan prosedur yang baku seperti dalam olahraga panjat tebing sehingga faktor keamanan dan tingkat resiko yang dihadapi sangatlah tinggi.

Pengertian rock climbing sendiri adalah suatu olah raga yang mengutamakan kelenturan, kekuatan / daya tahan tubuh, kecerdikan, kerja sama team serta ketrampilan dan pengalaman setiap individu untuk menyiasati tebing itu sendiri. Dalam menambah ketinggian dengan memanfaatkan cacat batuan maupun rekahan / celah yang terdapat ditebing tersebut serta pemanfaatan peralatan yang efektif dan efisien untuk mencapai puncak pemanjatan.
Awalnya rock climbing merupakan olah raga yang bersifat petualangan murni dan sedikit sekali memiliki peraturan yang jelas, seiring dengan berkembangnya olah raga itu sendiri dari waktu kewaktu telah ada bentuk dan standart baku dalam aktifitas dalam panjat tebing yang diikuti oleh penggiat panjat tebing. Banyaknya tuntutan tentang perkembangan olah raga ini memberi alternatif yang lain dari unsur petualangan itu sendiri. Dengan lebih mengedepankan unsur olah raga murni (sport).
Dalam rock climbing sendiri mempunyai berbagai dua system pemanjatan yaitu himalayan system dan alpen system. Dan dilihat dari pealatannya rock climbing juga dibagi menjadi dua yaitu artificial climbing dan free climbing.
Meski pun rock climbing olah raga bersifat menantang tetapi rock climbing mengedepankan keselamatan pemanjat. Itu terbukti dengan adanya berbagai alat rock climbing seperti tali carmantel, carrabiner, sepatu, harness, ascender, descender, piton, hammer, helm dan sebagainya yang berfungsi untuk melindungi dan menahan pemanjat agar tidak jatuh. Di rock climbing juga terdapat savety oprasional procedure yang harus dilaksanakan dan dilakukan demi keselamatan pemanjat itu sendiri.
Masih ada banyak lagi yang perlu diketahui tentang rock climbing. Intinya rock climbing membutuhkan teknik dan peralatan khusus serta kondisi tubuh yang prima.

Oleh: Zahrina Zulfatih (NTA:AT.160794.XXI.168 PA)
SUMBER:
2010. Aldakawanseta Udinus Semarang. Materi Panjat Tebing (Rock Climbing)





Senin, 08 Januari 2018

MAPALA MITAPASA IKUTI JAMBORE PANJAT TEBING SE-INDONESIA





(dokumentasi  milik pribadi)


Euforia akhir tahun 2017 menjadi momen spesial tersendiri bagi beberapa orang yang menanti
datangnya tahun baru 2018. Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) MITAPASA Institut
Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga tak begitu saja melewatkan momen ini, kali ini dua atlit panjat
tebing diterjunkan dalam acara Jambore Panjat Tebing di Pantai Siung.
Kegiatan ini berlangsung pada hari Minggu, 31 Desember 2017 di Pantai Siung, Tepus, Gunungkidul,
Yogyakarta. Acara tersebut sedikitnya diikuti 182 peserta dari berbagai daerah diseluruh Indonesia
dari atlit lokal hingga atlit nasional.

“Jambore Panjat Tebing ini merupakan event yang akan kita laksanakan tiap tahun yang
diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Gunungkidul”, ungkap Saryanto, KA Dinas Pariwisata
Gunungkidul.



Kegiatan penutupan di tahun 2017 ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh Dinas
Pariwisata Gunungkidul, Yogyakarta untuk mempromosikan Pantai Siung sebagai obyek wisata yang
memiliki banyak medan panjat tebing alami. Selain itu, juga untuk memasyaratkan kegiatan olahraga
panjat tebing dan mencari bibit-bibit atlit panjat tebing. Adapun untuk tim teknis melibatkan
Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Daerah Istimewa Yogyakarta.



Jambore Panjat Tebing ini dibagi menjadi dua kategori yaitu kategori pelajar dan umum. Untuk
kategori pelajar diikuti oleh atlit-atlit panjat yang masih duduk dibangku sekolah sedangkan kategori
umum diikuti oleh atlit-atlit Mapala, freelance, lokal hingga atlit nasional. Pemanjatan yang
dilakukan kali ini dengan model “Fun Climbing” dimana juara tidak ditentukan oleh seberapa tinggi
peserta memanjat di tebing, akan tetapi ditentukan oleh poin terbanyak hasil pengambilan undian.
Peserta diwajibkan untuk melakukan pemanjatan dua jalur untuk bisa mengambil undian tersebut.
Selebihnya peserta dibebaskan untuk melakukan pemanjatan di 25 jalur lainnya.





Adapun dua atlit MITAPASA yaitu Nur Colis (Tadris Matematika /5) dan Sukma Widyaningtyas
(PGMI/3). Jambore Panjat Tebing ini dapat memotivasi untuk belajar lebih giat lagi.
“Dengan mengikuti kegiatan Jambore Panjat Tebing ini kami bisa belajar banyak tentang climbing,
dan memotivasi kami untuk bisa belajar lebih giat lagi untuk meningkatkan skill kami,” ucap Sukma,
anggota MITAPASA.

Pimpinan redaksi: TIM Humas Mapala Mitapasa

Minggu, 19 November 2017

LEADERSHIP


Hasil gambar
(gambar: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQdK9YQU1jOrGZC4WWl75VjuZhEdFmm0F-YCLKwKBp2v-QtcbnvSdm_IZgE2dsNrJQg5zcnBfEG0FHcHjW4_4RwsNjJrNJ5uoxcE5RQ8EGQRx3M48HUaJUAbsNgg8fo2RoPn-Uny-H6Deu/s1600/Kepemimpinan.jpg )


Hampir sebagian besar orang beranggapan bahwa sifat kepemimpinan itu sudah ada dari dalam diri yang merupakan bakat dan sudah terbentuk sehingga membutuhkan wadah yang baik dan tepat untuk dapat mengekspresikan jiwa kepemimpinan tersebut. Anggapan tersebut ternyata salah, ternyata jiwa kepemimpinan tersebut dapat dibentuk sendiri oleh manusia tanpa peduli apakah orang tersebut sudah berbakat dari lahir atau tidak. Menurut Ordway Tead, bahwa timbulnya seorang pemimpin, karena Membentuk diri sendiri, dipilih oleh golongan dan ditunjuk dari atas, artinya ia menjadi pemimpin karena dipercaya dan disetujui oleh pihak atasannya.
Dengan adanya pengertian tersebut tidak dapat dipungkiri bahwa kepemimpinan tidak mutlak hanya disebabkan oleh adanya bakat dari keterunan saja. Tiap manusia yang dilahirkan ke dunia mempunyai kesempatan untuk menjadi pemimpin.

Pengertian kepemimpinan itu sendiri adalah 
Robbins (1996)                     : kemampuan mempengaruhi suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan.
Gemmil dan Oakley (1992)  :  kepemimpinan adalah sebuah proses kerjasama antara anggota organisasi dalam merumuskan metode   baru untuk meningkatkan kualitas organisasi.
Psikologi dan jiwa kepemimpinan memiliki hubungan dan keterkaitan yang besar, sebagian besar pengekspresian jiwa yang ada didalam diri merupakan karekteristik kepribadian kita, hal ini dapat dilihat dari sikap atau respon kita dalam menghadapi masalah, bagaimana menyelesaikan masalah dengan baik dsb.
Seseorang yang memiliki jiwa kepemimpinan yang baik akan terlihat dari kondisi psikologi dan fisiknya, yaitu:

1.   Terus belajar : Pemimpin yang berprinsip menganggap hidupnya sebagai proses belajar yang tiada henti untuk mengembangkan lingkaran pengetahuan mereka
2.   Berorientasi pada pelayanan : Pemimpin yang berprinsip melihat kehidupan ini sebagai misi, bukan karir.  Ukuran keberhasilannya adalah bagaimana bisa menolong dan melayani orang.
3.   Memancarkan energi positif : Secara fisik pemimpin yang berprinsip memiliki mimik yang menyenangkan dan bahagia. Mereka optimis, positif bergairah, antusias,dan penuh harap. Mereka memancarkan energi positif yang mempengaruhi orang-orang di sekitarnya.
4.   Mempercayai orang lain : Pemimpin yang berprinsip mempercayai orang lain. Mereka yakin orang lain mempunyai potensi yang tak tampak. Namun tidak bereaksi secara berlebihan terhadap kelemahan-kelemahan manusiawi. Mereka tidak merasa hebat saat menemukan kelemahan orang lain. Ini membuat mereka tidak menjadi naif.
5.   Hidup seimbang : Pemimpin yang berprinsip bukan ekstrimis. ereka sadar dan penuh pertimbangan dalam tindakan. Ini membuat diri mereka seimbang, tidak berlebihan, mampu menguasai diri, dan bijak.
6.   Melihat hidup sebagi sebuah petualangan : Pemimpin yang berprinsip menikmati hidup. Mereka melihat hidup ini selalu sebagai sesuatu yang baru. Mereka siap menghadapinya karena rasa aman mereka datang dari dalam diri, bukan luar. Mereka menjadi penuh kehendak, inisiatif, kreatif, berani, dinamis dan cerdik.
7.   Sinergistik : Pemimpin yang berprinsip itu sinergistik. Mereka adalah katalis perubahan. Setiap situasi yang dimasukinya selalu diupayakan menjadi lebih baik. Karena itu, mereka produktif dalam cara baru dan kreatif.

Tidak dapat dipungkiri bahwa memang jiwa kepemimpinan merupakan bakat sejak lahir tetapi jiwa kepemimpinan juga dapat dibentuk. Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk pesimis dan berkata bahwa kepimpinan hanya dimiliki untuk orang yang telah berbakat sejak dahulu. Jiwa kepemimpinan dapat dibentuk karena adanya dukungan-dukungan baik dari dalam dan luar, yaitu adanya kemauan untuk menjadi pemimpin, adanya keberanian untuk berpendapat, adanya keberanian untuk mensosialisasikan diri dengan lingkungan,adanya keberanian untuk menerima pendapat dari orang lain dan yang paling penting adalah adanya kesempatan baik waktu dan keinginan untuk mewujudkan semua itu.
Walaupun untuk menciptakan jiwa kepemimpinan tersebut membutuhkan waktu yang lama, tetapi jika ada keinginan maka jiwa tersebut akan muncul.


Sumber : Harian Ekonomi NERACA
         (postingan ulang: SENIN, 11 FEBRUARI 2013) 

Minggu, 12 November 2017

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI CALON PENDASPALA XXIII MAPALA MITAPASA 2017

       

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI
CALON PENDASPALA XXIII MAPALA MITAPASA
Salam lestari !
Berikut ini adalah daftar nama-nama calon anggota Mapala Mitapasa yang lolos tahap seleksi screening dan tes kesehatan :




















Catatan :
  • Bagi peserta yang lolos tahap seleksi, dan belum mengumpulkan Surat Keterangan Sehat, pengumpulan maksimal 14 November 2017, dan dimohon memberikan konfirmasi kesanggupan keikutsertaan tahap selanjutnya sampai kegiatan selesai pada tanggal 1 desember 2017.
  • Konfirmasi bisa dilakukan di Basecamp Mapala Mitapasa dengan menghubungi Ketua Panitia (Aidha) .
  • Konfirmasi paling lambat tanggal 14 November 2017, apabila tidak melakukan konfirmasi, nama akan dicoret dari daftar / dianggap mengundurkan diri dan akan diganti dengan peserta cadangan yang namanya belum tercantum di daftar peserta lolos.
  • Bagi peserta yang masuk daftar cadangan akan segera dihubungi oleh panitia apabila peserta yang lolos tidak memberikan konfirmasi.
    CP :
     Aidha (089691411422)
     Willyar (085727885982)